Daerah

Drama PAW Kades Wotan Sumberrejo Bojonegoro, Kandidat Unggulan Mundur Jelang Penetapan Nomor Urut

aksesadim01
7841
×

Drama PAW Kades Wotan Sumberrejo Bojonegoro, Kandidat Unggulan Mundur Jelang Penetapan Nomor Urut

Sebarkan artikel ini
IMG 20260605 WA0021

BOJONEGORO – Tahapan Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mendadak menjadi perhatian publik setelah calon dengan nilai ujian tertinggi, Intan Kumala, mengundurkan diri secara tiba-tiba menjelang proses pengundian nomor urut, Jumat (5/6/2026).

Pengunduran diri tersebut terjadi kurang dari 24 jam sebelum agenda pengambilan nomor urut calon kepala desa dilaksanakan.

Keputusan mendadak itu memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat, mengingat Intan Kumala sebelumnya menjadi peserta dengan nilai tertinggi hasil seleksi ujian tulis.

Dalam Musyawarah Desa yang berlangsung di Balai Desa Wotan, Panitia PAW tetap melanjutkan tahapan sesuai mekanisme yang berlaku.

Posisi Intan Kumala kemudian digantikan oleh M. Hestu Widiyastono yang sebelumnya berada di peringkat keempat dengan perolehan nilai 53.

Dari hasil pengundian, panitia menetapkan nomor urut calon sebagai berikut, Nungki Cahyanti Rahayu memperoleh Nomor Urut 1. M. Hestu Widiyastono memperoleh Nomor Urut 2. Anam Warsito memperoleh Nomor Urut 3.

Proses pengundian berlangsung dengan pengawasan sejumlah pihak, mulai perangkat desa, tokoh masyarakat, aparat keamanan hingga warga yang mendapatkan undangan resmi.

Meski tahapan berjalan lancar, pengunduran diri kandidat terkuat dalam kontestasi tersebut tetap menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Banyak warga mengaku terkejut karena sebelumnya Intan Kumala berhasil meraih nilai tertinggi dalam seleksi yang diikuti enam bakal calon.

Salah satu anggota Panitia PAW membenarkan adanya pengunduran diri tersebut.

Namun saat dimintai penjelasan mengenai alasan yang melatarbelakangi keputusan itu, ia menyebut informasi lebih lengkap berada di tangan Ketua Panitia.

“Benar, Intan Kumala mengundurkan diri. Untuk alasan detailnya, yang lebih mengetahui adalah Ketua Panitia,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Situasi ini memunculkan tuntutan transparansi dari sejumlah warga.

Mereka berharap Ketua Panitia PAW dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait alasan pengunduran diri kandidat peraih nilai tertinggi tersebut, sekaligus menjelaskan apakah terdapat konsekuensi administrasi maupun aspek hukum yang menyertai keputusan tersebut.

Sebelumnya, proses seleksi PAW Kepala Desa Wotan diikuti enam bakal calon.

Setelah melalui verifikasi administrasi dan ujian tulis, tiga peserta dengan nilai tertinggi dinyatakan lolos sebagai calon kepala desa, yakni Intan Kumala dengan nilai 70,5, Anam Warsito dengan nilai 70, serta Nungki Cahyanti Rahayu dengan nilai 58,5.

Dengan mundurnya Intan Kumala, komposisi calon berubah dan membuka peluang baru dalam persaingan menuju kursi Kepala Desa Wotan.

Panitia PAW menjadwalkan pemungutan suara pada 10 Juni 2026 mendatang.

Aparat keamanan juga telah disiagakan untuk mengawal seluruh proses agar berlangsung aman, tertib, kondusif, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap jalannya pemilihan.

Kini perhatian warga tertuju pada penjelasan resmi panitia terkait pengunduran diri mendadak calon peraih nilai tertinggi tersebut.

Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menghindari munculnya spekulasi yang dapat memengaruhi kondusivitas pelaksanaan PAW Kepala Desa Wotan. (er)