Infotaiment

Warga Balenrejo Bojonegoro Nikmati Air Bersih Murah, Cuma Rp1.000

aksesadim01
6775
×

Warga Balenrejo Bojonegoro Nikmati Air Bersih Murah, Cuma Rp1.000

Sebarkan artikel ini
IMG 20260509 WA0010.jpg

BOJONEGORO – Pemerintah Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat melalui pengelolaan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) “Balenrejo Makmur”.

Program berbasis swadaya warga ini menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama saat musim kemarau melanda.

Kepala Desa Balenrejo, Imam Priadi, mengungkapkan bahwa pengembangan HIPPAM bukanlah perjalanan yang mudah.

Pada tahap awal, kendala terbesar yang dihadapi adalah tingginya biaya operasional, khususnya kebutuhan listrik untuk sistem pompa air sedot-dorong.

Meski begitu, Pemdes Balenrejo tidak berhenti melakukan pengembangan jaringan air bersih demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami terus mengupayakan penambahan tandon atau toren dan Sambungan Rumah (SR). Saat ini pengembangan difokuskan di wilayah RT 16 RW 02,” ujar Imam Priadi.

Saat ini, HIPPAM Balenrejo Makmur telah melayani sedikitnya 67 kepala keluarga.

Tarif air yang diterapkan pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp1.000 per meter kubik dengan biaya beban minimum Rp5.000 meskipun tidak ada pemakaian.

Pengelolaan HIPPAM dilakukan sepenuhnya secara swadaya oleh warga dan pengurus.

Proses pemasangan jaringan hingga perawatan dilakukan langsung oleh tim pengelola tanpa bergantung pada pihak luar.

Menurut Imam Priadi, keberadaan HIPPAM sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan kakus (MCK).

Manfaatnya semakin terasa ketika musim kemarau datang dan sumber air permukaan mulai menyusut.

Sumur bor sedalam sekitar 60 meter yang dimiliki HIPPAM kini menjadi andalan warga untuk mendapatkan pasokan air bersih yang stabil.

Tak hanya membantu kebutuhan rumah tangga, keberadaan HIPPAM juga dinilai mendukung ketahanan pangan desa.

Sebab, warga tidak lagi bergantung pada saluran irigasi pertanian untuk kebutuhan domestik sehingga aliran air irigasi tetap bisa difokuskan untuk lahan pertanian saat musim kering.

“Airnya cukup jernih. Namun pengurus bersama Ketua HIPPAM Ahmad terus berinovasi menambah sistem filter agar kualitas air semakin baik dan layak konsumsi,” tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Desa bersama pengurus HIPPAM berencana memperluas jaringan distribusi air ke dusun-dusun lain di wilayah Balenrejo.

Meski menghadapi tantangan teknis seperti melintasi jalan nasional dan jembatan, mereka optimistis pengembangan tetap bisa berjalan dengan dukungan sistem gravitasi dan penambahan toren air.

“Kami akan terus mengajukan pengembangan. Harapannya seluruh warga bisa menikmati akses air bersih secara merata dan tidak lagi kesulitan air saat puncak musim kemarau,” pungkasnya. (er)