Daerah

Inilah Kreativitas Anak Disabilitas Bojonegoro

aksesadim01
6169
×

Inilah Kreativitas Anak Disabilitas Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20251202 WA0028

BOJONEGORO — Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di Pendopo Malowopati, Bojonegoro Selasa (2/11/2025), berubah menjadi panggung kreativitas yang memukau.

Para penyandang disabilitas unjuk gigi lewat pameran spontan yang menampilkan karya-karya terbaik mereka, mulai dari produk fashion hingga kerajinan kayu jati.

Suasana penuh sukacita terasa sejak awal acara. Para guru, pendamping, dan peserta tampak larut dalam kebanggaan.

Di antara yang paling menonjol adalah Yayuk Martasari, guru dari SLB Kalirejo, Kecamatan Ngraho, yang hadir bersama deretan karya anak didiknya.

“Kami membawa karya anak-anak, produk fashion seperti batik tulis, outer, dan daster,” tutur Yayuk dengan raut yang tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Ia mengungkapkan, karya para siswa bahkan pernah mengharumkan nama sekolah saat mengikuti lomba tata busana.

SLB Kalirejo juga memaksimalkan potensi lokal Ngraho yang dikenal sebagai daerah penghasil kerajinan tunggak kayu jati. Anak-anak dilibatkan dalam proses produksi sederhana seperti menghaluskan material kayu yang masih kasar.

“Kami bantu mereka mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki. Salah satunya menghaluskan produk kayu jati,” jelas Yayuk. Menurutnya, ini bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi bagian dari pendidikan vokasi agar anak-anak bisa mandiri kelak.

Di balik keindahan produk, tersimpan proses panjang yang penuh tantangan. Yayuk mengakui bahwa anak-anak dengan hambatan belajar membutuhkan pendekatan khusus. Mereka hanya bisa fokus pada satu jenis pekerjaan, dan harus dilakukan secara berulang.

Tantangan terbesar datang saat anak-anak mencapai titik jenuh.

“Ada momen mereka jenuh. Kami harus berhenti dulu, menunggu mood mereka kembali,” ujar Yayuk.

Namun bagi Yayuk, setiap karya yang terselesaikan adalah pencapaian emosional yang luar biasa.

Bagi para guru dan siswa, kehadiran mereka di pameran ini saja sudah terasa seperti kemenangan besar. Panggung Pendopo Malowopati menjadi ruang pengakuan atas kerja keras dan kemampuan mereka.

“Dengan adanya pameran karya para disabilitas ini, kami sangat senang,” tegas Yayuk.

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat tidak terbatas oleh kondisi fisik maupun hambatan belajar. Hari Disabilitas Internasional di Bojonegoro tahun ini benar-benar menjadi momentum yang menginspirasi. (er)