Daerah

2.100 Pendekar Pagar Nusa Dibaiat, Bupati Singgung Kedamaian Pesilat

aksesadim01
3
×

2.100 Pendekar Pagar Nusa Dibaiat, Bupati Singgung Kedamaian Pesilat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260908 WA0005

BOJONEGORO – Sebanyak 2.100 peserta resmi menyandang status sebagai anggota tetap Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Bojonegoro.

Mereka dikukuhkan dan dibaiat dalam acara akbar yang digelar di GOR Sport Center Bojonegoro, Minggu (6/9/2026).

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Bojonegoro, Kyai Bisri Khoiron.

Ribuan peserta yang berasal dari berbagai wilayah tersebut mengikuti rangkaian acara hingga resmi menjadi pendekar anggota tetap Pagar Nusa tahun 2026.

Momentum tersebut turut mendapat perhatian dari jajaran pimpinan daerah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono hadir menyaksikan prosesi pengukuhan bersama Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Timur, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengingatkan para pendekar mengenai sejarah dan nilai dasar berdirinya Pagar Nusa.

Ia mengajak seluruh anggota baru kembali memahami sejarah Pagar Nusa yang berdiri pada 1986 di Lirboyo, Kediri.

Menurutnya, sejak awal Pagar Nusa dibangun oleh para kiai dengan semangat menjaga agama sekaligus mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan tersebut dinilai penting agar kemampuan bela diri yang dimiliki para pendekar selalu berjalan beriringan dengan akhlak, tanggung jawab, serta semangat menjaga persatuan.

Setyo Wahono juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pagar Nusa Bojonegoro atas pembinaan dan pendampingan yang selama ini dilakukan terhadap para anggotanya.

Dia bersyukur situasi antarpersaudaraan perguruan pencak silat di Bojonegoro semakin kondusif.

Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci sehingga potensi miskomunikasi antar perguruan dapat ditekan.

Bupati turut menyoroti keberadaan “Bojonegoro Kampung Pesilat” yang dinilai mampu menjadi ruang komunikasi sekaligus memperkuat sinergi antar perguruan pencak silat.

“Bojonegoro Kampung Pesilat” diharapkan terus menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan, menjaga keamanan, serta menciptakan suasana yang damai di tengah masyarakat.

Selain menjaga kondusivitas daerah, Bupati Setyo Wahono juga mendorong Pagar Nusa Bojonegoro agar semakin serius mengembangkan prestasi di bidang olahraga pencak silat.

Dengan jumlah pendekar yang besar, ia menilai Bojonegoro memiliki potensi kuat untuk melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi.

Karena itu, para pendekar didorong tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga mampu mengukir prestasi dan membawa nama baik Bojonegoro dalam berbagai kejuaraan pencak silat.

Di penghujung arahannya, Bupati menegaskan bahwa pengukuhan anggota tetap Pagar Nusa membawa tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi, membangun persaudaraan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama, Pagar Nusa memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kebinekaan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Karena itu, Bupati berpesan kepada ribuan pendekar yang baru dikukuhkan agar terus mengedepankan akhlak, menjaga sikap dan menjadi teladan.

Para pendekar diharapkan mampu menunjukkan keteladanan bukan hanya di lingkungan organisasi, tetapi juga di keluarga, masyarakat dan kehidupan berbangsa.

Dengan pengukuhan 2.100 anggota tetap tersebut, Pagar Nusa Bojonegoro diharapkan semakin kuat dalam menjalankan peran pembinaan generasi muda, menjaga persaudaraan antar perguruan, sekaligus mencetak atlet pencak silat yang mampu membawa prestasi bagi daerah. (er)