Daerah

Berbeda Tetap Bersatu, Pesan dari Lamongan

aksesadim01
4
×

Berbeda Tetap Bersatu, Pesan dari Lamongan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260906 WA0004

LAMONGAN — Semangat persatuan dan kebhinekaan menggema di pusat Kabupaten Lamongan.

Sekitar 1.000 peserta mengikuti Parade Kebangsaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan di tengah suasana malam yang penuh semarak, Sabtu (5/9/2026).

Bukan hanya pawai, kegiatan tersebut menjadi panggung kebersamaan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Pesan tentang toleransi, persaudaraan, persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia terasa kuat sepanjang rangkaian parade.

Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, S.I.P., bersama istri turut menghadiri kegiatan tersebut.

Jajaran Forkopimda, tokoh agama, berbagai elemen masyarakat hingga purna Paskibraka 2026 juga ikut ambil bagian.

Parade diberangkatkan Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Efendi, M.BA., dari depan Pendopo Kabupaten Lamongan sekitar pukul 19.00 WIB.

Dari titik pemberangkatan, peserta bergerak menyusuri sejumlah kawasan ikonik Lamongan.

Rute parade melewati Masjid Agung dan Patung Kuda Pemda hingga berakhir di Pintu Timur Alun-Alun Lamongan.

Antusiasme masyarakat membuat suasana semakin hidup.

Beragam peserta berjalan bersama dalam satu barisan, memperlihatkan bahwa perbedaan latar belakang bukan penghalang untuk bergerak menuju tujuan yang sama.

Momen kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta bersama tamu undangan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Lamongan.

Suasana kemudian berlanjut dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin sejumlah tokoh agama Kabupaten Lamongan.

Perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) atau Forum Etnis Kabupaten Lamongan turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Parade Kebangsaan.

Mereka menegaskan komitmen untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta ikut menciptakan kondisi Lamongan yang aman dan kondusif.

Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menegaskan bahwa keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan dalam membangun daerah.

“Parade Kebangsaan ini bukan sekadar panggung seni atau pawai budaya, melainkan simbol bahwa keberagaman adalah benteng pertahanan terbaik kita. Kodim 0812/Lamongan akan terus berdiri bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan situasi Lamongan tetap aman, harmonis, dan kondusif,” tegasnya.

Ia menambahkan, menjaga persatuan tidak cukup dilakukan melalui slogan.

Dibutuhkan kepedulian, komunikasi, serta kesadaran seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan merawat ruang kebersamaan.

Hal senada disampaikan Sekda Kabupaten Lamongan Drs. M. Nalikan, M.M., selaku penanggung jawab kegiatan.

Menurutnya, Parade Kebangsaan menjadi salah satu sarana untuk membangkitkan patriotisme sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Efendi juga memberikan apresiasi terhadap tingginya antusiasme masyarakat.

Partisipasi warga yang begitu besar dinilai menjadi gambaran kuatnya rasa persaudaraan yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat Lamongan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata, foto bersama, serta piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam menjaga toleransi antarumat beragama dan antaretnis di Kabupaten Lamongan.

Sekitar pukul 21.55 WIB, seluruh kegiatan berakhir dengan aman, tertib, dan kondusif.

Parade Kebangsaan Lamongan akhirnya bukan hanya meninggalkan kemeriahan di Alun-Alun.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika seluruh elemen masyarakat memilih untuk berjalan bersama.

Dari Lamongan, pesan kebhinekaan kembali digaungkan: berbeda latar belakang, tetap satu dalam semangat kebangsaan. (er)