TNI/POLRI

Air Sumur Menipis, 1.320 Warga Tlogohaji Bojonegoro Dapat Pasokan Air Bersih

aksesadim01
2
×

Air Sumur Menipis, 1.320 Warga Tlogohaji Bojonegoro Dapat Pasokan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
IMG 20260904 WA0038

BOJONEGORO – Kemarau panjang mulai benar-benar dirasakan warga Dusun Tawang, Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Sumber air yang semakin menipis membuat ratusan keluarga harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih akhirnya datang.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Pantura Raya bersama Kodim 0813 Bojonegoro dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyalurkan sebanyak 21.000 liter air bersih kepada warga, Jumat (4/9/2026).

Aksi sosial ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-28 IJTI.

Namun, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda perayaan organisasi. Bantuan difokuskan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak kekeringan.

Sebanyak empat titik distribusi disiapkan di wilayah RT 16 hingga RT 21 Dusun Tawang.

Total penerima manfaat mencapai sekitar 360 kepala keluarga atau 1.320 jiwa.

Pengurus IJTI Bojonegoro, Sumali, mengatakan distribusi dilakukan di sejumlah titik agar bantuan dapat menjangkau warga yang mengalami kesulitan air.

“Untuk dropping air bersih ini ada empat titik, mulai RT 16 sampai RT 21. Jumlahnya sekitar 360 KK atau 1.320 jiwa,” kata Sumali saat ditemui di lokasi.

Untuk mempercepat penyaluran, tiga armada truk tangki diterjunkan.

Kodim 0813 Bojonegoro mengirimkan dua truk tangki, sedangkan satu armada lainnya disiapkan BPBD Bojonegoro.

Krisis air tersebut bukan persoalan baru bagi warga setempat.

Abdul Rokhim, warga Dusun Tawang, mengatakan kondisi mulai terasa sejak beberapa bulan terakhir ketika hujan tak kunjung turun.

“Mulai bulan lima (Mei) di sini sudah tidak ada hujan, otomatis air juga sangat menipis. Mulai bulan tujuh (Juli) sudah sangat kekeringan,” ungkapnya.

Menurut Abdul, ketika sumber air mulai mengering, warga terpaksa mengandalkan bantuan dropping air bersih.

Sebagian lainnya harus mengambil air dari wilayah desa tetangga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Situasi tersebut membuat pasokan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat Dusun Tawang.

Bantuan 21 ribu liter air diharapkan mampu meringankan beban warga di tengah kemarau yang masih berlangsung.

Kepala Penerangan Kodim 0813 Bojonegoro, Peltu Sugiono, menegaskan bahwa TNI akan terus berupaya hadir membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Semoga dengan kolaborasi ini bisa membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di Desa Tlogohaji,” ujarnya.

Kolaborasi IJTI, Kodim 0813, dan BPBD Bojonegoro tersebut menunjukkan bahwa penanganan krisis air bersih membutuhkan gerak bersama.

Di tengah kemarau panjang, bantuan air bukan hanya soal memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bentuk respons cepat terhadap masyarakat yang tengah menghadapi ancaman kekeringan. (er)