Infotaiment

Kisah Sukses Aringga, Anak Muda Bojonegoro Taklukkan Bisnis Domba

aksesadim01
9735
×

Kisah Sukses Aringga, Anak Muda Bojonegoro Taklukkan Bisnis Domba

Sebarkan artikel ini
IMG 20260803 WA0031

BOJONEGORO – Ketekunan, keberanian mengambil peluang dan semangat untuk terus belajar menjadi modal utama yang mengantarkan Aringga Bayu Puspita meraih kesuksesan di dunia peternakan.

Pengusaha muda asal Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro ini berhasil membangun usaha Aqiqah Assalam dari skala rumahan hingga menjadi penyedia layanan aqiqah yang melayani berbagai daerah di Jawa Timur.

Perjalanan bisnis Aringga dimulai pada tahun 2011, berbekal modal Rp10 juta, ia membeli 15 ekor domba sebagai langkah awal merintis usaha.

Di tengah berbagai tantangan, ia memilih terus belajar dan mengembangkan usahanya secara bertahap.

Kesungguhan itu membuahkan hasil, pada tahun 2016, Aringga mendapatkan pendampingan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro.

Pembinaan tersebut menjadi titik penting yang memperkuat pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola usaha peternakan secara profesional.

Seiring berkembangnya usaha, kiprah Aringga semakin diakui, pada tahun 2025, dia dipercaya menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi penerima Program Domba Kesejahteraan di 15 kecamatan yang digelar Disnakkan Bojonegoro.

Kepercayaan itu kembali diberikan pada 2026 untuk berbagi pengalaman kepada peternak lainnya.

“Pembinaan dari Disnakkan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan usaha kami. Kini saya juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman kepada peternak lain agar mereka semakin percaya diri mengembangkan usaha ternak domba,” ujar Aringga.

Saat ini, peternakan yang dikelolanya memiliki sekitar 300 ekor domba.

Jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 800 ekor menjelang Hari Raya Idul Adha, ketika permintaan pasar melonjak tajam.

Tak hanya menjual domba hidup, Aqiqah Assalam terus berinovasi dengan menghadirkan layanan yang lebih lengkap.

Konsumen dapat memilih pembelian domba hidup, domba yang telah disembelih, hingga paket olahan matang siap saji.

Model bisnis tersebut juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Aringga memberdayakan warga untuk mengolah masakan, sementara lulusan perguruan tinggi direkrut sebagai tenaga administrasi guna mendukung operasional usaha.

“Ini mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti permintaan pembeli,” jelasnya.

Dalam aktivitas sehari-hari, usaha tersebut rata-rata mengirimkan pesanan makanan siap saji ke tiga lokasi berbeda setiap hari.

Jaringan pemasarannya pun terus meluas dengan membuka kantor pemasaran di Kota Surabaya dan Kabupaten Jombang, serta melayani pelanggan di Madura dan sedikitnya 12 kota lainnya di Jawa Timur.

Bagi Aringga, keberhasilan tidak datang secara instan, dirinya berharap semakin banyak anak muda berani menekuni usaha peternakan karena sektor tersebut memiliki prospek yang sangat menjanjikan jika dijalankan dengan konsisten.

“Kalau ingin sukses di bidang ternak domba, yang pertama harus mencintai dulu ternaknya. Kambing maupun domba adalah hewan yang diberkahi. Nikmati prosesnya, terus belajar, insyaallah hasilnya akan mengikuti,” pesannya.

Melalui berbagai program pembinaan, pelatihan dan peningkatan kapasitas peternak, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Disnakkan terus berupaya melahirkan peternak-peternak mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang perekonomian daerah. (Er)