BOJONEGORO – Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, memberikan pendampingan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bojonegoro (Unigoro) dalam pelatihan pengolahan hasil pertanian, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut berada di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro dan menghadirkan pendamping dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading.
Pelatihan dipandu langsung oleh pemilik P4S Gading, Kristianingsih, yang lebih akrab disapa Kristin Gading.
Dalam pelatihan itu, para mahasiswa diajarkan mengolah pisang menjadi produk pangan bernilai jual.
Komoditas tersebut dipilih karena melimpah di Desa Kesongo dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Kristin menjelaskan, pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat desa.
“Ketika musim panen tiba, harga hasil pertanian sering mengalami penurunan. Jika diolah menjadi produk pangan, nilai jualnya akan meningkat sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi semangat dan antusiasme mahasiswa KKN Unigoro yang aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari proses pengolahan hingga teknik penyajian produk.
Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan bahwa pelatihan kewirausahaan ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah kegiatan KKN berakhir.
Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat, sehingga potensi pertanian lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh mahasiswa dapat dikembangkan dan diterapkan bersama masyarakat sehingga mampu melahirkan pelaku usaha baru yang mandiri serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Lettu Ckm Purnomo.
Melalui kolaborasi antara TNI, lembaga pelatihan, dan perguruan tinggi tersebut, TMMD ke-129 di Desa Kesongo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. (Er)







