Daerah

20 Desa di Bojonegoro Jadi Lokasi KKN Unair, Ini Harapan Bupati Setyo Wahono

aksesadim01
7631
×

20 Desa di Bojonegoro Jadi Lokasi KKN Unair, Ini Harapan Bupati Setyo Wahono

Sebarkan artikel ini
IMG 20260714 WA0002

BOJONEGORO – Sebanyak 200 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro.

Selama masa pengabdian, para mahasiswa akan diterjunkan ke 20 desa yang berada di Kecamatan Sumberrejo dan Kecamatan Kanor untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Penerimaan peserta KKN berlangsung di Ruang Angling Dharma, Senin (13/7/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro Dili Tri Wibowo, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga beserta jajaran dosen pembimbing, kepala perangkat daerah, camat, hingga seluruh mahasiswa peserta KKN.

Kepala BRIDA Kabupaten Bojonegoro, Dili Tri Wibowo, menjelaskan bahwa program KKN bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat melalui berbagai inovasi sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Menurutnya, pengalaman dan temuan mahasiswa selama berada di lapangan juga memiliki nilai strategis karena dapat menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada Universitas Airlangga yang kembali mempercayakan Bojonegoro sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan langkah penting dalam mempercepat pembangunan desa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Kabupaten Bojonegoro selalu terbuka menerima mahasiswa KKN. Kami berharap kehadiran adik-adik tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga mampu menghadirkan ide, inovasi, dan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Setyo Wahono.

Bupati juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu membawa sudut pandang baru dalam mendukung pembangunan daerah.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta KKN segera menyesuaikan diri dengan lingkungan desa tempat mereka mengabdi agar waktu pelaksanaan KKN dapat dimanfaatkan secara optimal.

Tak hanya kepada mahasiswa, Setyo Wahono juga mengajak seluruh pihak terkait, mulai dari dosen pembimbing, camat, hingga pemerintah desa, untuk aktif mendampingi proses adaptasi para peserta KKN.

Dengan pendampingan yang baik, mahasiswa diharapkan lebih cepat memahami karakter masyarakat sekaligus mampu menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, sejumlah sektor masih membutuhkan dukungan inovasi dari kalangan akademisi, di antaranya pertanian, kesehatan, peternakan, serta pemberdayaan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap kelompok KKN diharapkan mampu menyusun program yang aplikatif, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Menutup sambutannya, Bupati berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik Universitas Airlangga selama menjalankan pengabdian.

Dia juga mengingatkan pentingnya menghormati adat istiadat, menjunjung norma yang berlaku, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat desa.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, program KKN Universitas Airlangga Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi desa-desa lokasi pengabdian, tetapi juga menjadi referensi bagi pembangunan Kabupaten Bojonegoro ke depan. (Pro/er)