Infotaiment

Styling Hack di BWBF 2026, Batik Bojonegoro Tampil Lebih Trendy

aksesadim01
7662
×

Styling Hack di BWBF 2026, Batik Bojonegoro Tampil Lebih Trendy

Sebarkan artikel ini
IMG 20260619 WA0039

BOJONEGORO – Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 kembali menghadirkan kegiatan inspiratif yang memadukan budaya dan kreativitas generasi muda.

Pada hari kedua pelaksanaan festival, Kamis (18/6/2026), para peserta diajak mengeksplorasi potensi Wastra Bojonegoro melalui workshop bertajuk Styling Hack & Draping.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kain tradisional tidak hanya identik dengan acara resmi atau busana formal.

Melalui sentuhan kreativitas dan teknik styling yang tepat, Wastra Bojonegoro dapat diubah menjadi berbagai tampilan fesyen modern yang relevan dengan gaya hidup masa kini.

Workshop dipandu oleh Vicky Anasta atau yang akrab dikenal dengan nama Esa Dega.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada teknik dasar styling dan draping, yaitu metode membentuk busana langsung dari selembar kain tanpa proses pemotongan maupun jahitan.

Berbagai kreasi busana ditampilkan menggunakan Wastra Bojonegoro sebagai bahan utama.

Hasilnya, kain tradisional tersebut mampu bertransformasi menjadi outfit bergaya streetwear yang sederhana, stylish, dan tetap mempertahankan karakter budaya lokal yang kuat.

Menurut Esa Dega, perkembangan dunia fesyen membuka peluang besar bagi kain tradisional untuk tampil lebih dekat dengan generasi muda.

Ia menegaskan bahwa warisan budaya tidak harus selalu dikemas secara konvensional.

“Fashion bukan hanya tentang tren, tetapi juga tentang identitas. Melalui styling dan draping sederhana, kita bisa membawa Wastra Bojonegoro menjadi bagian dari gaya hidup modern tanpa menghilangkan nilai budayanya,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tiga elemen penting dalam styling, yakni proporsi, siluet, dan layering.

Ketiga prinsip tersebut menjadi dasar dalam menciptakan tampilan yang seimbang, menarik, dan nyaman dikenakan.

Suasana semakin hidup ketika peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan diberikan tantangan membuat satu konsep streetwear menggunakan Wastra Bojonegoro hanya dalam waktu lima menit.

Tantangan tersebut mendorong kreativitas peserta untuk berpikir cepat dalam mengolah kain menjadi busana yang unik.

Setelah selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di hadapan peserta lain.

Beragam ide kreatif bermunculan, mulai dari gaya kasual hingga konsep street fashion yang memadukan unsur tradisional dan modern secara harmonis.

Interaksi aktif antar peserta membuat workshop berlangsung tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan.

Banyak peserta yang mengaku mendapatkan inspirasi baru tentang cara memanfaatkan kain tradisional dalam aktivitas sehari-hari.

Workshop Styling Hack & Draping menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian BWBF 2026 yang mengusung tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono”.

Tema tersebut mencerminkan semangat untuk memperkenalkan Wastra Bojonegoro agar semakin dikenal luas tanpa meninggalkan akar budaya yang dimiliki.

Melalui kegiatan ini, BWBF 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi batik dan wastra lokal, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mendorong inovasi di sektor ekonomi kreatif, khususnya industri fesyen.

Pesan yang ingin disampaikan pun sangat jelas, bahwa kain tradisional bukan sekadar warisan yang disimpan sebagai koleksi.

Lebih dari itu, wastra harus terus dikenakan, dirayakan, dan dihidupkan dalam keseharian agar nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap lestari dan relevan bagi generasi masa depan. (er)