Peristiwa

RSUD AWS Samarinda Dihujani Kritik, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien Usai Operasi Viral

aksesadim01
7654
×

RSUD AWS Samarinda Dihujani Kritik, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien Usai Operasi Viral

Sebarkan artikel ini
IMG 20260601 WA0039

SAMARINDA – Media sosial diramaikan dengan sorotan terhadap RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda setelah muncul dugaan kelalaian medis dalam penanganan seorang pasien jantung berinisial EW (63).

Kasus yang viral dalam beberapa hari terakhir itu memicu gelombang reaksi publik dan membuat akun media sosial resmi rumah sakit menjadi sasaran kritik warganet.

Perbincangan tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial instagram @kaltimfolks pada 30 Mei 2026, mengungkap dugaan adanya pelanggaran prosedur medis saat tindakan pemasangan stent jantung yang dilakukan terhadap pasien.

Dalam narasi yang beredar, tim medis disebut diduga melakukan pemasangan stent yang tidak sesuai ukuran sehingga memengaruhi dua stent yang sebelumnya telah terpasang pada tubuh pasien.

Tak hanya itu, publik juga dibuat terkejut oleh tudingan adanya kawat medis yang diduga terputus dan tertinggal di dalam jantung pasien.

Keluarga pasien bahkan mengklaim tidak memperoleh informasi secara transparan mengenai kondisi tersebut setelah tindakan medis selesai dilakukan.

Kabar itu semakin menjadi perhatian setelah pasien disebut menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura.

Berdasarkan informasi yang beredar, tim dokter di rumah sakit tersebut menemukan adanya kawat yang diduga masih berada di dalam tubuh pasien dan disebut telah mengganggu aliran darah menuju jantung.

Temuan tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

Banyak warganet meminta agar kasus ini diusut secara menyeluruh dan transparan, termasuk meminta klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit terkait dugaan yang berkembang di ruang publik.

Selain mempertanyakan prosedur medis yang dilakukan, sejumlah komentar juga menyoroti pelayanan administrasi rumah sakit.

Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan kesulitan keluarga pasien dalam memperoleh dokumen rekam medis yang dibutuhkan untuk penanganan lanjutan.

Di tengah viralnya kasus tersebut, publik kembali mengingat insiden lain yang pernah menyeret nama RSUD AWS Samarinda beberapa waktu lalu.

Pada awal April 2026, rumah sakit tersebut juga menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai seorang bayi berusia tiga bulan yang mengalami perubahan warna kulit hingga menghitam pada area bekas pemasangan infus.

Kasus tersebut sempat mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

Saat itu, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman informasi dan menghimpun data terkait kejadian yang dilaporkan.

Menurutnya, setiap insiden yang berpotensi masuk kategori kejadian tidak diinginkan dalam pelayanan kesehatan harus segera ditangani secara profesional dan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi rumah sakit.

Langkah tersebut penting untuk menjaga mutu pelayanan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.

Dinkes Kaltim juga menegaskan bahwa respons cepat dan penyelesaian yang transparan sangat diperlukan guna mencegah berkembangnya ketidakpuasan publik yang berpotensi berujung pada sengketa hukum.

Hingga kasus dugaan kelalaian operasi jantung ini menjadi perhatian luas di media sosial, belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda terkait berbagai tudingan yang beredar.

Masyarakat pun masih menunggu klarifikasi serta hasil investigasi dari pihak berwenang guna memastikan fakta sebenarnya di balik kasus yang tengah menjadi sorotan tersebut. (Tim Pitu)