Daerah

Sedekah Bumi Kesongo Bojonegoro Jadi Momen Peluncuran Harapan Baru Petani

aksesadim01
6388
×

Sedekah Bumi Kesongo Bojonegoro Jadi Momen Peluncuran Harapan Baru Petani

Sebarkan artikel ini
IMG 20260530 WA0017

BOJONEGORO – Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai perayaan Sedekah Bumi di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (30/5/2026).

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu kembali digelar meriah dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah.

Bagi masyarakat Desa Kesongo, sedekah bumi ini menjadi bagian penting dari identitas desa yang terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ungkapan syukur atas hasil panen dan keberkahan yang diterima masyarakat selama setahun terakhir.

Sejak dahulu, sedekah bumi telah tumbuh bersama kehidupan masyarakat agraris di Kesongo.

Tradisi tersebut lahir dari nilai-nilai kebersamaan dan keyakinan untuk menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, serta kehidupan sosial di tengah masyarakat.

Setiap pelaksanaannya, warga berkumpul membawa hasil bumi, menggelar doa bersama, serta menyajikan berbagai makanan tradisional yang melambangkan rasa syukur dan semangat gotong royong.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengatakan bahwa tradisi sedekah bumi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan harus terus dilestarikan oleh generasi penerus.

“Tradisi ini mengajarkan pentingnya kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan kepada para pendahulu yang telah membuka dan membangun Desa Kesongo,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap konsisten menjaga budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, sedekah bumi memiliki makna yang sangat penting karena tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memperkuat persatuan dan solidaritas masyarakat desa.

“Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan. Kita patut bangga memiliki budaya yang menjadi identitas sekaligus kekuatan masyarakat. Sedekah bumi mengingatkan kita bahwa hasil yang dinikmati hari ini merupakan buah dari kerja keras masyarakat dan perjuangan para leluhur,” tutur Nurul Azizah.

Selain menghadiri kegiatan budaya, Wakil Bupati juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya adalah layanan cek kesehatan gratis yang kini dapat dimanfaatkan seluruh warga di puskesmas hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, menjelaskan bahwa layanan tersebut mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, kesehatan jantung, hingga deteksi dini berbagai risiko penyakit.

“Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menyediakan layanan cek kesehatan gratis di setiap puskesmas agar masyarakat tetap sehat dan produktif,” jelasnya.

Tak hanya bidang kesehatan, perhatian pemerintah juga diberikan pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian warga Desa Kesongo.

Disisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan hasil panen melalui pengembangan benih padi unggul dan berbagai inovasi pertanian.

Dia menyebut Desa Kesongo akan dijadikan lokasi percontohan atau pilot project pengembangan benih padi unggul Gamagora yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani.

“Desa Kesongo nanti akan kami jadikan pilot project pengembangan benih padi Gamagora. Harapannya, hasil panen yang sebelumnya sekitar 6 ton per hektare bisa meningkat menjadi 8 ton per hektare,” ungkap Zaenal.

Rangkaian kegiatan semakin semarak saat gunungan hasil bumi dikirab dari rumah Kepala Desa menuju Punden Agung.

Kirab tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah, menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan melalui hasil pertanian.

Tradisi Sedekah Bumi Desa Kesongo menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian budaya yang menjadi akar identitas masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap hidup sebagai perekat sosial yang memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong warga. (er)