Peristiwa

Polisi Beberkan Penyebab Longsor Tambang Emas di Sijunjung Sumbar yang Tewaskan 9 Orang

aksesadim01
7759
×

Polisi Beberkan Penyebab Longsor Tambang Emas di Sijunjung Sumbar yang Tewaskan 9 Orang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260516 WA0010

SIJUNJUNG – Insiden longsor maut terjadi di lokasi penambangan emas di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar).

Peristiwa ini viral di media sosial setelah video kondisi lokasi tambang beredar luas dan memicu perhatian publik.

Dalam unggahan akun Instagram @topik.sumbar24jam pada Sabtu (16/5/2026), disebutkan bahwa longsor terjadi saat sejumlah warga sedang melakukan aktivitas penambangan emas secara tradisional menggunakan dompeng dan dulang.

“Longsor di lokasi tambang emas ilegal Sijunjung,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan Jorong Taratak Botung, Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, pada Kamis (14/5/2026) siang.

Pihak kepolisian membenarkan adanya kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa total korban mencapai 12 orang penambang.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Susmelawati Rosya, mengatakan sebanyak 9 orang ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, sedangkan 3 lainnya berhasil selamat.

“Berdasarkan informasi dari Kapolres, memang benar ada kejadian tambang longsor,” ujar Rosya dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, saat kejadian para korban sedang melakukan aktivitas penambangan emas tradisional di area tersebut.

“Kami sampaikan bahwa warga saat itu sedang melakukan penambangan tradisional menggunakan dompeng dan dulang,” jelas Rosya.

Ia menambahkan, dari total 12 penambang yang berada di lokasi, hanya tiga orang yang berhasil menyelamatkan diri ketika longsor terjadi secara tiba-tiba.

“Penambang jumlahnya 12 orang. Tiga orang berhasil menyelamatkan diri, sementara sembilan lainnya tertimbun longsor dan meninggal dunia,” tambahnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, longsor diduga dipicu runtuhnya tebing di sekitar area penambangan.

Rosya menjelaskan, terdapat tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter yang tiba-tiba ambruk dan menimbun para penambang di bawahnya.

“Tiba-tiba ada tebing sekitar 30 meter yang longsor,” ungkapnya.

Material tanah dan bebatuan yang runtuh membuat para penambang tidak sempat menyelamatkan diri.

Setelah proses evakuasi dilakukan, seluruh korban yang meninggal dunia langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Ampalu sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti longsor, termasuk mendalami dugaan aktivitas tambang emas ilegal di lokasi tersebut.

Belum ada laporan tambahan korban lain dalam insiden longsor tambang emas di Sijunjung tersebut. (Tim Pitu)