Daerah

Tak Cuma Produksi, IKM Bojonegoro Kini Didorong Kuasai Manajemen Bisnis

aksesadim01
7692
×

Tak Cuma Produksi, IKM Bojonegoro Kini Didorong Kuasai Manajemen Bisnis

Sebarkan artikel ini
IMG 20260514 WA0015

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu berkembang dan bersaing di tengah ketatnya pasar usaha.

Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas bagi pelaku IKM binaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro selama dua hari, Selasa hingga Rabu (12-13/5/2026), itu difokuskan pada penguatan manajemen bisnis serta pengurusan legalitas usaha.

Bertempat di Aula Disperinaker Bojonegoro, para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari strategi pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, hingga pendampingan perizinan usaha.

Kepala Disperinaker Bojonegoro, Mahmudi, menegaskan bahwa pelaku IKM saat ini dituntut tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memahami tata kelola usaha agar dapat berkembang lebih besar.

“Pelaku IKM tidak cukup hanya bisa produksi, tetapi juga harus memahami manajemen usaha, pemasaran, dan legalitas supaya usaha mereka bisa naik kelas dan lebih dipercaya konsumen,” ujar Mahmudi.

Menurutnya, legalitas usaha memiliki peran penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi dari sejumlah narasumber berpengalaman.

Moderator sekaligus pendamping kegiatan, Muhammad Rizky Agustino, menjelaskan bahwa hari pertama difokuskan pada penguatan mental usaha dan manajemen bisnis.

Salah satu materi disampaikan Cantika Wahono terkait motivasi dan pengembangan usaha, sementara pebisnis Lasuri membagikan pengalaman membangun brand, meningkatkan loyalitas pelanggan, hingga membaca peluang pasar.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pelatihan pengelolaan usaha secara teknis, mulai dari menentukan segmen pasar, strategi penentuan harga, hingga pengelolaan keuangan bisnis.

Materi tersebut mencakup cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), Break Even Point (BEP), serta pentingnya memisahkan keuangan pribadi dengan uang usaha.

“Output nya peserta bisa memahami kondisi keuangan usaha serta bisa memisahkan uang pribadi dengan uang usaha,” jelas Rizky.

Pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada legalitas usaha.

Peserta yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) langsung didampingi hingga proses pengurusan selesai.

Sedangkan peserta yang sudah memiliki NIB diarahkan melanjutkan pengurusan PIRT dan sertifikasi halal.

Menurut Rizky, masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki merek dagang maupun legalitas dasar usaha.

Karena itu, bimtek ini diharapkan menjadi langkah awal agar usaha kecil di Bojonegoro semakin profesional dan berdaya saing.

“Harapannya setelah mengikuti bimtek ini, pemahaman bisnis peserta sudah dapat, kemudian legalitas usaha juga bisa tercukupi, termasuk merek dagang karena sebagian besar sebelumnya belum punya nama merek,” tambahnya.

Salah satu peserta, Herni Purwanti, pelaku usaha pastel mini asal Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

Dia menyebut pelatihan ini sangat membantu pelaku usaha kecil dalam memahami pengelolaan bisnis sekaligus proses perizinan usaha.

“Alhamdulillah dapat banyak ilmu, teman baru, dan informasi penting tentang perizinan usaha. Saya sudah punya PIRT dan NIB, sekarang lanjut pengurusan halal,” ungkap Herni.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar semakin banyak pelaku IKM di Bojonegoro yang memperoleh pendampingan dan kesempatan mengembangkan usahanya. (er)