Infotaiment

Tak Sekedar Ujian, Ini Momen Penting 360 Karateka Bojonegoro

aksesadim01
8835
×

Tak Sekedar Ujian, Ini Momen Penting 360 Karateka Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260419 WA0023

BOJONEGORO – Suasana penuh semangat mewarnai Aula SMP Negeri 1 Kapas, Bojonegoro, Minggu (19/04/2026).

Sebanyak 360 karateka dari berbagai dojo di Kabupaten Bojonegoro mengikuti ujian kenaikan tingkat Kyu (KIU) yang digelar Lembaga Karate-do Indonesia (LEMKARI) di bawah naungan FORKI setempat.

Kegiatan rutin yang berlangsung setiap enam bulan ini menjadi momentum penting dalam proses pembinaan atlet karate secara berkelanjutan.

Sejak pagi, para peserta sudah menunjukkan antusiasme tinggi, diawali dengan pemanasan bersama yang menciptakan atmosfer kebersamaan sekaligus semangat kompetitif.

Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Jawa Timur, Mohammad Rafi, menegaskan bahwa ujian kenaikan tingkat adalah tahapan penting dalam perjalanan seorang karateka.

Menurutnya, proses ini menjadi tolak ukur kemampuan sekaligus kesiapan peserta untuk melangkah ke level berikutnya, mulai dari sabuk putih hingga tingkat lanjutan seperti sabuk coklat.

“Ini adalah bagian dari pembinaan berjenjang. Jumlah peserta yang mencapai ratusan menunjukkan potensi besar Bojonegoro dalam mencetak atlet karate yang mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ungkapnya.

Rafi juga mengingatkan bahwa penilaian dalam ujian tidak hanya bertumpu pada teknik, tetapi juga semangat dan kesungguhan dalam setiap gerakan.

“Teknik harus tepat, tapi semangat juga tidak kalah penting. Tampilkan kemampuan terbaik sesuai latihan yang sudah diberikan pelatih,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua LEMKARI Cabang Bojonegoro, Hadi Slamet Amiarno, menyoroti pentingnya peran pelatih dan dukungan keluarga dalam membentuk karakter serta prestasi atlet muda.

Ia menegaskan bahwa proses latihan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelatih, sementara orang tua diharapkan memberikan dukungan moral tanpa intervensi teknis.

“Sinergi antara pelatih dan orang tua sangat penting. Dukungan penuh dari keluarga akan sangat membantu perkembangan anak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan capaian membanggakan FORKI Bojonegoro sepanjang tahun 2026 di tingkat provinsi, dengan perolehan empat medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para peserta ujian untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

“Harapannya, melalui kegiatan ini, para karateka semakin termotivasi untuk berprestasi lebih tinggi, baik di level provinsi maupun nasional,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya ujian ini, Bojonegoro kembali menunjukkan keseriusannya dalam mencetak generasi atlet karate yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing. (Er)