Daerah

Air Jadi Fokus Utama, Pemkab Bojonegoro Matangkan Langkah Hadapi Masa Tanam III

aksesadim01
6887
×

Air Jadi Fokus Utama, Pemkab Bojonegoro Matangkan Langkah Hadapi Masa Tanam III

Sebarkan artikel ini
IMG 20260627 WA0005

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai mematangkan langkah menghadapi potensi keterbatasan air menjelang Masa Tanam (MT) III Tahun 2026.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi lintas sektor melalui Rapat Koordinasi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air yang digelar di Ruang Angling Dharma, Kamis (25/6/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah.

Hadir pula sejumlah pemangku kepentingan dari sektor pengelolaan sumber daya air, irigasi, hingga pertanian untuk menyusun strategi bersama dalam menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

Forum ini menjadi ruang koordinasi penting untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam mengantisipasi menurunnya debit air yang hampir selalu terjadi saat memasuki masa tanam ketiga.

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius karena berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian apabila tidak ditangani secara terpadu.

Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan air tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada komunikasi dan koordinasi yang solid antara pemerintah, pengelola irigasi, serta masyarakat.

Menurutnya, forum ini memiliki peran strategis sebagai wadah menyamakan persepsi sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Forum ini menjadi sangat penting. Sinkronisasi dan koordinasi yang jelas diperlukan untuk mencari solusi terbaik agar kebutuhan air masyarakat, khususnya petani, tetap terpenuhi,” ujar Setyo Wahono.

Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada para camat yang wilayahnya memiliki jaringan irigasi.

Ia meminta para camat aktif mengawal distribusi informasi sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diatasi.

“Peran camat yang memiliki wilayah irigasi sangat penting untuk memastikan komunikasi dengan warga berjalan baik. Saya berharap forum ini mampu memperkuat koordinasi sekaligus melahirkan langkah-langkah konkret dalam mengantisipasi keterbatasan air selama MT III,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengedepankan kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya air.

Sinergi antara pemerintah, pengelola irigasi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar kebutuhan air pertanian tetap terjaga meski memasuki musim kemarau.

Dengan koordinasi yang semakin kuat, Pemkab Bojonegoro berharap potensi kekurangan air pada Masa Tanam III Tahun 2026 dapat diminimalkan sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan optimal dan produktivitas petani tetap terjaga. (Pro/er)