BOJONEGORO – Suasana religius menyelimuti Lapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu malam (9/8/2026).
Ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti pengajian dan sholawat bersama dai kondang Gus Miftah.
Acara tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur keluarga H. Kuswo dan Hj. Sunarsih atas kepulangan keduanya dari Tanah Suci setelah menunaikan ibadah haji.
Sejak acara dimulai, jamaah terus berdatangan, tak hanya dari Desa Mlideg, warga dari sejumlah wilayah sekitar juga ikut memenuhi lapangan.
Mereka datang untuk mendengarkan tausiyah, bersholawat bersama, sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat lainnya.
Di tengah antusiasme ribuan jamaah, Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Moch. Choirul Anam atau akrab disapa Mas Irul turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan.
Mas Irul menilai acara keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas memiliki makna lebih dari sekadar perayaan.
Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan ukhuwah Islamiyah.
“Selamat kepada Bapak H. Kuswo dan Ibu Hj. Sunarsih yang telah melaksanakan ibadah haji dengan sehat dan lancar. Kita doakan semoga menjadi haji yang mabrur. Aamiin,” ujar Moch. Choirul Anam.
Ia juga memberikan apresiasi kepada H. Kuswo dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Terlebih, acara itu menghadirkan Gus Miftah untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak H. Kuswo dan segenap panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara pengajian dalam rangka tasyakuran kepulangan haji dengan mendatangkan dai kondang Gus Miftah,” ungkapnya.
Menurut Mas Irul, pengajian dan sholawat dapat menjadi sarana positif bagi masyarakat untuk memperluas wawasan keagamaan.
Selain itu, majelis tersebut juga menjadi ruang untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
“Acara seperti ini penting sebagai sarana untuk menambah pengetahuan keagamaan serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Dengan pengajian, masyarakat bisa berkumpul dalam satu majelis untuk saling bersilaturahmi dan memperkuat ikatan persaudaraan ukhuwah Islamiyah,” jelasnya.
Ia berharap pesan dan ilmu yang diperoleh jamaah dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman selama acara berlangsung.
Nilai-nilai kebaikan yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga ilmu yang kita dapatkan membawa keberkahan bagi kehidupan kita semua. Aamiin ya rabbal ‘alamin,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Miftah mengajak jamaah untuk terus memperkuat keimanan dan ketakwaan.
Dia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sholawat, menjaga persaudaraan, serta membiasakan diri menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut semakin terasa dalam suasana ketika ribuan jamaah bersama-sama melantunkan sholawat.
Lapangan Desa Mlideg pun berubah menjadi lautan jamaah yang larut dalam suasana penuh kekhidmatan.
Bagi keluarga H. Kuswo dan Hj. Sunarsih, kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur setelah seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilalui dengan lancar.
Sedangkan bagi masyarakat yang hadir, malam pengajian tersebut menjadi momentum untuk memperoleh siraman rohani sekaligus mempererat hubungan antar sesama warga.
Kegiatan di Mlideg malam itu juga menjadi gambaran kuatnya semangat masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan, mempererat silaturahmi, dan membangun kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. (er)






