Infotaiment

Bojonegoro Panen Prestasi Nasional

aksesadim01
6802
×

Bojonegoro Panen Prestasi Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20260506 WA0059

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di level nasional.

Dalam ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026 yang digelar di Universitas Brawijaya, Selasa (5/5/2026), Bojonegoro sukses memborong tiga penghargaan sekaligus.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebagai bentuk pengakuan atas keseriusan daerah dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan.

Tiga kategori yang berhasil diraih yakni Silver Policy 2026 untuk komitmen kebijakan halal, Gold Halal Ecosystem (HE) atas pengembangan ekosistem halal, serta Bronze ICPE untuk inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis halal.

Capaian ini menegaskan posisi Bojonegoro sebagai salah satu daerah yang progresif dalam mendorong penguatan sektor halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bupati Setyo Wahono menegaskan, percepatan sertifikasi halal telah dilakukan secara masif sebagai strategi menghadapi pasar global yang semakin kompetitif.

Menurutnya, sertifikasi halal kini memiliki peran lebih luas.
“Halal bukan hanya soal kewajiban religius, tetapi sudah menjadi standar kualitas dan alat pemasaran yang sangat kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan sertifikasi halal, produk UMKM Bojonegoro mampu bersaing di pasar internasional sekaligus memberikan jaminan keamanan dan kepercayaan bagi konsumen.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa program kolaboratif yang dibangun pemerintah daerah berjalan efektif.

Visi “UMKM Naik Kelas” yang selama ini digaungkan, kini mulai terlihat dampak nyatanya.

“Ini bukan lagi slogan. UMKM naik kelas adalah proses nyata yang terus kita dorong bersama,” tegas Wahono.

Dia pun mengajak para pelaku usaha untuk tidak cepat puas, melainkan menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi menjaga kualitas dan konsistensi produk.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan ekosistem halal di daerah.

Dirinya menilai, konsep halal tidak hanya berbicara tentang kehalalan produk, tetapi juga mencakup aspek kebersihan, kemanusiaan, dan keberlanjutan.

Dengan dukungan laboratorium halal terakreditasi ISO 17025, Universitas Brawijaya terus mendorong inovasi teknologi, termasuk pengembangan sistem informasi halal yang transparan dan akuntabel.

Ajang ini menjadi momentum penting bagi Bojonegoro untuk memperkuat langkah menuju pusat pengembangan ekonomi halal berbasis UMKM yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. (er)