LAMONGAN – Suasana ruang data Makodim 0812/Lamongan tampak berbeda, Rabu (6/5/2026).
Layar besar menampilkan sambungan video conference yang menghubungkan jajaran TNI dari pusat hingga daerah.
Agenda yang dibahas tak sekadar teknis, tetapi menyangkut masa depan ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI, rapat virtual ini fokus pada kesiapan peluncuran serentak 1.000 titik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Di Lamongan, Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo mengikuti jalannya rapat dengan penuh perhatian.
Bersama para Danramil dan Babinsa, ia mencermati setiap arahan yang disampaikan.
Catatan demi catatan ditulis, menandakan keseriusan dalam menyukseskan program besar ini.
Program KDKMP bukan sekadar pembentukan koperasi biasa. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat ekonomi rakyat dari hulu ke hilir mulai dari produksi hingga distribusi agar petani, nelayan, dan pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada tengkulak.
“Ini adalah gerakan bersama. TNI AD melalui Babinsa akan menjadi penggerak di lapangan. Kita pastikan koperasi berjalan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” tegas Wakil Panglima TNI dalam arahannya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dandim 0812/Lamongan memastikan jajarannya siap bergerak cepat.
Pemetaan potensi desa binaan telah dilakukan secara menyeluruh.
“Ada desa yang unggul di sektor pertanian, ada yang kuat di perikanan, dan ada pula yang memiliki UMKM potensial. KDKMP akan menjadi wadah agar seluruh potensi itu terhubung dan memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujar Letkol Deni.
Di tingkat lapangan, semangat yang sama juga dirasakan para Babinsa. Sertu Sutrisno, Babinsa Koramil 0812/05 Kembangbahu, menyebut peran mereka kini tidak hanya mendampingi produksi, tetapi juga memastikan hasil warga terserap pasar dengan harga layak.
“Selama ini kami dampingi petani dari tanam sampai panen. Sekarang kami lanjutkan sampai pemasaran. Melalui koperasi, petani tidak lagi berjalan sendiri,” katanya.
KDKMP dirancang sebagai koperasi modern berbasis kebutuhan desa.
Tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga mencakup distribusi pupuk, pelatihan usaha, hingga akses pemasaran dalam satu sistem terpadu.
Kodim 0812/Lamongan sendiri telah menyiapkan desa percontohan yang dinilai siap dari sisi sumber daya manusia, kelembagaan, dan potensi ekonomi.
Desa ini akan menjadi model awal sebelum konsep KDKMP diperluas ke wilayah lain.
“Harapan kami, koperasi ini benar-benar menjadi rumah besar ekonomi desa. TNI hadir untuk mendampingi, masyarakat menjadi pelaku utama,” tambah Dandim.
Peluncuran 1.000 KDKMP secara serentak direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.
Lebih dari sekadar peresmian program, langkah ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis gotong royong.
Dari Lamongan, langkah itu mulai digerakkan. Dari ruang vicon hari ini, menuju sawah, tambak, dan pasar-pasar desa esok hari. (fs)






