Daerah

Langkah Humanis Kasatpol PP Laela Nor Aeny: Dengarkan Curhat PKL Bojonegoro di Hari Spesialnya

aksesadim01
7
×

Langkah Humanis Kasatpol PP Laela Nor Aeny: Dengarkan Curhat PKL Bojonegoro di Hari Spesialnya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260904 WA0021

BOJONEGORO — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bojonegoro, Laela Nor Aeny, S.E., M.M., memilih cara tak biasa dalam memperingati ulang tahunnya yang ke-49 pada Jumat (04/09/2026), yakni dengan merangkul para Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam forum silaturahmi dan dialog terbuka.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut dimanfaatkan para pedagang Bojonegoro untuk menyampaikan aspirasi seputar ruang usaha mereka.

Alih-alih mengedepankan tindakan represif, Satpol PP Bojonegoro menunjukkan komitmen untuk mencari penataan lokasi yang tidak mematikan mata pencaharian warga.

Kasatpol PP Bojonegoro Ani, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa penataan PKL tidak sebatas melarang atau menertibkan, melainkan memastikan roda ekonomi pedagang kecil tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek estetika, kenyamanan publik dan ketertiban umum.

“Pemerintah pada prinsipnya mendukung penuh aktivitas para pedagang. Fokus kita adalah memformulasikan lokasi penataan yang layak dan nyaman, sehingga PKL bisa berjualan dengan tenang dan masyarakat umum pun tetap nyaman memanfaatkan fasilitas publik,” ujarnya.

Langkah humanis ini sejalan dengan komitmen Pemkab Bojonegoro yang sebelumnya mengemuka dalam ajang Sapa Bupati di Pendopo Malowopati.

Saat itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan niat pemerintah daerah dalam menyediakan solusi penataan tempat usaha yang lebih representative bagi para pelaku usaha mikro.

Melalui ruang komunikasi yang intensif, sinergi antara pedagang dan aparat penegak perda diharapkan mampu menciptakan wajah kota Bojonegoro yang bersih, tertib dan tetap ramah terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat kecil.

Momen pertambahan usia Kasatpol PP Bojonegoro Laela Nor Aeny ini sekaligus menjadi simbol sinergi baru, yakni pengabdian ketertiban yang bertumpu pada empati dan keterbukaan dialog. (er)