BOJONEGORO – Peran perempuan Bojonegoro dalam menghadapi situasi darurat kembali mendapat perhatian.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro mengikuti kegiatan Zoom Meeting bertema “Srikandi Tangguh Bencana” yang digelar DWP Pusat bersama DWP Provinsi Jawa Timur, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti secara virtual dari Ruang Command Center Gedung Pusat Informasi Publik (PIP), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro.
Sejumlah pengurus DWP Kabupaten Bojonegoro bersama anggota dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut ambil bagian.
Bimtek ini menjadi momentum untuk memperkuat wawasan dan kemampuan anggota DWP dalam menghadapi potensi bencana.
Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan mitigasi, tetapi juga langkah praktis ketika kondisi darurat benar-benar terjadi.
Ketua Umum DWP Pusat, Ida Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya mengapresiasi keterlibatan peserta dari berbagai daerah serta kehadiran jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ida mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai langkah bersama untuk membangun DWP yang semakin tangguh dalam menghadapi bencana.
Selain membahas kesiapsiagaan, Ida juga menyampaikan sejumlah aksi sosial DWP Pusat dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana, termasuk Garut, Bandung hingga sejumlah daerah di Sumatera.
Menurutnya, kepedulian tersebut diwujudkan melalui penggalangan donasi. Dana yang terkumpul disebut telah mencapai Rp1,3 miliar.
Sementara khusus bantuan untuk Nusa Tenggara Timur (NTT), donasi yang terkumpul mencapai Rp1,1 miliar dan terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai berbagai langkah menghadapi kondisi darurat.
Materinya mencakup evakuasi, pertolongan pertama, pengelolaan logistik hingga komunikasi ketika bencana terjadi.
Pemateri menekankan bahwa perempuan mempunyai posisi strategis dalam mitigasi bencana, terutama karena keluarga menjadi lingkungan pertama yang membutuhkan perlindungan ketika terjadi keadaan darurat.
Perempuan, khususnya ibu, dinilai perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Hal ini menjadi semakin penting ketika anggota keluarga lainnya, termasuk ayah, sedang tidak berada di rumah saat bencana terjadi.
Mewakili Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Lisa Chusaivi Ivan mengatakan kegiatan tersebut turut diikuti perwakilan DWP dari PDAM, Dinas Kominfo dan Dinpora.
Menurut Lisa, ketangguhan perempuan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan keluarga.
Seorang ibu dituntut tidak hanya mampu mendampingi keluarga dalam kondisi normal, tetapi juga harus sigap ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
“Melalui kegiatan ini, para wanita diharapkan dapat tangguh dan siap menghadapi bencana yang datang tiba-tiba. Ibu-ibu dituntut untuk selalu sigap mendampingi serta melindungi keluarga dan anak-anak, terutama saat bencana terjadi di kala sosok ayah tidak sedang berada di rumah,” ungkap Lisa.
Dia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam bimtek tersebut dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Keikutsertaan DWP Kabupaten Bojonegoro dalam kegiatan Srikandi Tangguh Bencana diharapkan menjadi langkah untuk memperluas budaya sadar bencana.
Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, perempuan diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan penting dalam melindungi keluarga dan lingkungan ketika bencana terjadi. (er)






