TNI/POLRI

Kisah Mbah Suparman Lansia di Bojonegoro, Tinggal di Makam tapi Tetap Mandiri

aksesadim01
6768
×

Kisah Mbah Suparman Lansia di Bojonegoro, Tinggal di Makam tapi Tetap Mandiri

Sebarkan artikel ini
IMG 20260626 WA0004

BOJONEGORO – Kepedulian terhadap warga lanjut usia kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro bersama Polsek Kalitidu turun langsung mengunjungi Mbah Suparman, seorang lansia yang hidup seorang diri di rumah sederhana di kawasan pemakaman Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Rabu (24/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari asesmen yang telah dilakukan sepekan sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, petugas tidak hanya memastikan kondisi Mbah Suparman, tetapi juga menyalurkan bantuan sekaligus menyusun langkah lanjutan agar kehidupannya semakin layak.

Meski tinggal di lingkungan makam, Mbah Suparman selama ini telah mendapatkan berbagai bentuk perhatian dari pemerintah.

Ia tercatat sebagai penerima Bantuan Sebatang Kara, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Bantuan Pangan berupa beras.

Bahkan sebelumnya pemerintah juga pernah membangun rumah layak huni serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk dirinya.

Sayangnya, rumah tersebut berdiri di atas lahan milik orang lain.

Setelah tanah dijual pemiliknya, Mbah Suparman harus meninggalkan tempat tinggal tersebut.

Pemerintah desa kemudian membangunkan rumah sederhana di area makam yang kini menjadi tempat tinggalnya.

Saat kunjungan berlangsung, Polsek Kalitidu juga menyerahkan bantuan beras tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Mbah Suparman.

Petugas sempat menawarkan agar Mbah Suparman tinggal di panti pelayanan sosial lansia milik pemerintah.

Namun tawaran itu ditolak dengan sopan, ia mengaku merasa nyaman tinggal di rumah sederhananya karena masih bisa menjalankan aktivitas sebagai penggali kubur desa sekaligus membuka warung kopi kecil yang melayani warga sekitar persawahan dan area makam.

Menurut Mbah Suparman, bantuan pangan dari pemerintah selama ini sudah mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.

Ketika ditanya apa yang paling dibutuhkan saat ini, ia berkali-kali menjawab bahwa semuanya sudah cukup.

Namun setelah terus didorong untuk menyampaikan keinginannya, lansia tersebut akhirnya tersenyum dan mengungkapkan harapan yang sangat sederhana.

“Kulo namung pengen kasur sing empuk,” ucapnya lirih. Jawaban itu langsung menyentuh hati tim yang hadir.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, kemudian berinisiatif menggandeng Kapolsek Kalitidu AKP Saefudinuri untuk melakukan aksi nyata melalui kerja bakti bersama memperbaiki lingkungan tempat tinggal Mbah Suparman.

“Mbah Suparman merupakan lansia yang mandiri. Kebutuhan pangannya selama ini telah ditopang melalui program pemerintah seperti BPNT, Bantuan Pangan, dan Bantuan Sebatang Kara. Kami ingin memastikan beliau juga bisa tinggal dengan lebih nyaman,” ujar Nafiatin.

Kapolsek Kalitidu AKP Saefudinuri menyatakan pihaknya siap mendukung penuh langkah tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara Dinsos, Polsek, Koramil, dan pemerintah desa merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan beras kepada beliau. Kini kami bersama Dinsos, Koramil, dan perangkat desa sepakat bergotong royong agar tempat tinggal Mbah Suparman menjadi lebih layak. Inilah wujud kepedulian dan kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Kapolsek.

Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kehidupan yang lebih nyaman bagi Mbah Suparman, sekaligus menjadi contoh bahwa kepedulian dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam melayani masyarakat. (er)