BOJONEGORO — Desa Kepohkidul keluar sebagai kampiun Kedungadem Cup 2026 setelah menumbangkan Desa Kedungadem dengan skor 3-1 dalam laga final yang berlangsung sengit di lapangan Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu sore (5/9/2026).
Pertandingan puncak turnamen sepak bola tersebut berlangsung meriah.
Ratusan penonton memadati lokasi pertandingan dan memberikan dukungan kepada kedua tim yang tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan.
Persaingan berlangsung ketat, kedua kesebelasan sama-sama berusaha mengambil kendali permainan dan menciptakan peluang.
Namun, Kepohkidul mampu tampil lebih efektif hingga akhirnya mengamankan kemenangan 3-1 sekaligus memastikan diri menjadi juara Kedungadem Cup 2026.
Partai final itu turut disaksikan Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro sekaligus Ketua Komisi C, Ahmad Supriyanto.
Ia mengapresiasi terselenggaranya turnamen sepak bola di tingkat desa yang dinilainya memberikan ruang positif bagi generasi muda.
Menurut mas Pri sapaan akrabnya, kompetisi seperti Kedungadem Cup tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menemukan pemain-pemain muda potensial dari desa-desa di Kabupaten Bojonegoro.
“Saya sangat mengapresiasi Kedungadem Cup ini. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka dalam sepak bola,” katanya.
Ia berharap geliat kompetisi sepak bola di tingkat lokal terus mendapat dukungan dan tidak berhenti sebatas penyelenggaraan turnamen.
Pembinaan secara berkelanjutan dinilai penting agar kemampuan pemain muda dapat terus berkembang.
“Harapan kita, dari turnamen seperti ini bisa lahir atlet-atlet sepak bola yang baik dan berprestasi. Jangan sampai setelah turnamen selesai, pembinaannya juga berhenti. Potensi anak-anak muda ini harus terus dikembangkan,” tegasnya.
Ahmad juga menilai turnamen lokal memiliki peran penting dalam membentuk mental pemain.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, kompetisi menjadi tempat bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus belajar menjunjung sportivitas.
“Yang paling penting bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana anak-anak muda mendapatkan pengalaman bertanding, belajar sportif dan terus meningkatkan kemampuan. Dari proses itulah nantinya kita berharap muncul pemain-pemain berkualitas dari Bojonegoro,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono turut hadir dalam rangkaian kegiatan Kedungadem Cup 2026.
Sebelum partai final digelar, Bupati mengikuti laga pembuka yang mempertemukan Lurah Soccer melawan Pemkab Football Family.
Kedungadem Cup 2026 pun tidak sekadar menjadi kompetisi sepak bola antardesa.
Turnamen ini sekaligus menjadi ruang berkumpulnya masyarakat, memperkuat kebersamaan, serta membuka peluang lebih besar bagi pembinaan dan pencarian talenta sepak bola muda di Kabupaten Bojonegoro.
Kemenangan Kepohkidul di partai final menjadi penutup rangkaian turnamen dengan atmosfer penuh antusiasme, sekaligus membawa harapan agar kompetisi serupa terus berkembang dan melahirkan lebih banyak pemain potensial dari tingkat desa. (er)






