Daerah

Pemuda Bojonegoro Jangan Nyaman, Wabup: Jadilah Petarung

aksesadim01
2
×

Pemuda Bojonegoro Jangan Nyaman, Wabup: Jadilah Petarung

Sebarkan artikel ini
IMG 20260827 WA0079

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menggenjot lahirnya wirausahawan muda yang berani mengambil peluang, kreatif.dan mampu bertahan menghadapi persaingan.

Semangat itu kembali ditegaskan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat membuka Bootcamp UMKM/Pemuda di Pendopo Malowopati, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro tersebut diikuti 150 pemuda terpilih.

Di hadapan peserta, Nurul Azizah mengajak generasi muda untuk tidak terlena dengan zona nyaman.
Menurutnya, dunia usaha ke depan akan semakin penuh tantangan.

Karena itu, pemuda harus memiliki mental petarung yang berani mencoba, siap menghadapi kegagalan, kemudian bangkit untuk mencari peluang baru.

“Dunia ke depan penuh dengan tantangan. Ada dua pilihan jalur hidup, tetap berada di zona nyaman tanpa berani mengambil risiko, atau menjadi seorang petarung. Jiwa petarung mungkin jatuh berulang kali, tetapi ia akan selalu bangkit dan tidak pernah menyerah pada keadaan,” ujar Nurul Azizah.

Ia menilai potensi kewirausahaan anak muda di Bojonegoro cukup besar.

Hal itu terlihat dari beragam bidang usaha yang ditekuni peserta bootcamp, mulai dari olahan pangan dan hasil pertanian, budidaya jamur tiram, pertanian modern, affiliator digital, jasa Master of Ceremony (MC), hingga kerajinan tangan.

Nurul juga mengingatkan pentingnya keberanian untuk bergerak dan terus berikhtiar. Prinsip tersebut, kata dia, sejalan dengan ungkapan Jawa “yen ora obah, ora mamah”.

Dia meminta peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi benar-benar memanfaatkan ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh selama kegiatan.

“Kesempatan emas seperti ini tidak datang dua kali. Manfaatkan ilmu dan jaringan yang didapat dari narasumber dengan sebaik-baiknya. Ubah pola pikir dan tindakanmu hari ini untuk masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, mengungkapkan tingginya minat pemuda terhadap dunia kewirausahaan.

Dari 215 orang yang mendaftar, pihaknya melakukan seleksi administrasi dan menetapkan 150 peserta terbaik.

Mereka berasal dari seluruh 24 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Arief menegaskan, bootcamp tersebut tidak dirancang sebagai pelatihan yang hanya berisi teori.

Peserta akan lebih banyak mendapatkan pengalaman praktik untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing.

“Dari 215 pendaftar, kami melakukan seleksi ketat dan memilih 150 peserta terbaik yang tersebar dari 24 kecamatan. Selamat kepada adik-adik yang lolos. Kegiatan bootcamp ini bukan sekadar teori, tetapi 100 persen didesain berbasis praktikum langsung hingga menghasilkan produk yang siap bersaing,” jelasnya.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 27 Agustus hingga 9 September 2026.

Peserta akan mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari di masing-masing lokasi dengan pendampingan enam mitra lembaga pelatihan profesional.

Arief menyebut program ini memiliki target lebih besar dari sekadar memberikan keterampilan.

Pemkab Bojonegoro ingin mendorong lahirnya wirausahawan muda baru atau startup sekaligus memperkuat bisnis anak muda yang sudah berjalan.

Harapannya, usaha yang semakin berkembang nantinya mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Dengan begitu, pertumbuhan UMKM tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda, tetapi juga ikut membantu menekan angka pengangguran di Bojonegoro.

“Target utama melahirkan wirausahawan muda baru (startup) serta memperkuat kapasitas pemuda yang sudah memiliki bisnis. Ketika bisnis mereka tumbuh dan berdaya, mereka dapat merekrut tenaga kerja lokal,” katanya.

Pemkab Bojonegoro memberikan program bootcamp tersebut sebagai stimulus awal bagi para pemuda.

Setelah pelatihan selesai, peserta diharapkan tetap membangun jejaring dan mengembangkan kolaborasi secara mandiri.

Pengalaman para alumni menunjukkan, jaringan bisnis yang terbentuk selama pelatihan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir.

Bahkan, hubungan antarpeserta dapat berkembang menjadi kolaborasi dan usaha bersama.

Dengan pola tersebut, Bootcamp UMKM/Pemuda Bojonegoro diharapkan menjadi salah satu pintu bagi generasi muda untuk naik kelas dari hanya memiliki ide usaha menjadi pelaku bisnis yang mampu menciptakan produk, membuka lapangan kerja, dan tumbuh berkelanjutan. (Er)