Daerah

Dari Madya ke Nindya, Bojonegoro Kejar Target KLA 2026

aksesadim01
3
×

Dari Madya ke Nindya, Bojonegoro Kejar Target KLA 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260827 WA0076

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat komitmennya dalam memastikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak berjalan nyata.

Tahun 2026, Bojonegoro membidik peningkatan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA), dari kategori Madya menuju Nindya.

Langkah tersebut dimatangkan melalui kegiatan Penguatan dan Persiapan Verifikasi Lapangan (Verlap) Penilaian KLA Kabupaten Bojonegoro 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), lintas sektor, perwakilan anak, hingga media.

Kegiatan berlangsung di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Rabu (26/8/2026).
Kepala DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, Achmad Hernowo, mengungkapkan bahwa hasil sementara verifikasi KLA Bojonegoro telah mencapai 729 poin.

Angka tersebut masih akan melalui proses verifikasi untuk memastikan keabsahan seluruh data dan bukti dukung.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Bojonegoro untuk mengejar predikat KLA kategori Nindya.

“Dengan rentang nilai saat ini, target kita pada tahun 2026 adalah naik ke kategori Nindya dari yang sebelumnya kategori Madya. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk mempertahankan nilai sekaligus menyempurnakan seluruh data dukung,” ujar Hernowo.

Ia menambahkan, penguatan persiapan Verlap menjadi penting agar seluruh pelaksana teknis mampu menyiapkan data dukung secara lengkap dan sesuai indikator penilaian.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin, menegaskan bahwa mewujudkan Kabupaten Layak Anak bukan pekerjaan satu instansi.

Seluruh OPD dan pemangku kepentingan memiliki peran dalam memastikan hak anak benar-benar terpenuhi.

Machmuddin mengingatkan adanya kemungkinan perbedaan hasil antara penilaian mandiri, evaluasi administrasi, hingga verifikasi lapangan.

Karena itu, setiap OPD diminta menyiapkan bukti dukung yang valid, responsif dan terintegrasi.

“Target kita bukan sekadar naik ke kategori Nindya di atas kertas, tetapi yang terpenting adalah menghadirkan perlindungan dan pemenuhan hak anak secara nyata di lapangan,” tegasnya.

Dia berharap seluruh OPD dapat memberikan dukungan maksimal sehingga seluruh indikator KLA dapat dipenuhi secara optimal.

Fasilitator Provinsi Jawa Timur, Nanang Abdul Chanan, menjelaskan bahwa tahapan tersebut merupakan bagian akhir dari evaluasi KLA untuk melihat sejauh mana kebijakan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak benar-benar diterapkan.

Menurut Nanang, evaluasi KLA tidak semestinya dipandang sebagai beban, melainkan proses berkelanjutan untuk memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung.

“Evaluasi bukan sebagai beban tapi ini berkelanjutan. Bagaimana anak-anak menikmati kehidupan, mengisi waktu luang, pendidikan, serta membangun kesehatan,” jelasnya.

Dengan nilai sementara 729 poin dan persiapan Verlap yang terus diperkuat, Pemkab Bojonegoro optimistis mampu meningkatkan predikat KLA sekaligus memastikan pembangunan daerah semakin ramah terhadap anak. (Er)