Infotaiment

Empat Hari Digembleng, Fasilitator PMR Bojonegoro Disiapkan Hadapi Tantangan Kemanusiaan

aksesadim01
6391
×

Empat Hari Digembleng, Fasilitator PMR Bojonegoro Disiapkan Hadapi Tantangan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260728 WA0068

BOJONEGORO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat peran generasi muda dalam gerakan kemanusiaan.

Salah satunya melalui Pelatihan Pembinaan Fasilitator Palang Merah Remaja (PMR) yang digelar selama empat hari, mulai Senin (27/7/2026) hingga Kamis (30/7/2026), di Markas PMI Kabupaten Bojonegoro, Jalan Trunojoyo.

Pelatihan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas para fasilitator PMR agar mampu membina anggota PMR di sekolah secara lebih profesional, sekaligus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, kepemimpinan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat.

Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, mengapresiasi seluruh peserta yang telah memilih menjadi bagian dari keluarga besar PMI sebagai relawan.

Menurutnya, keputusan menjadi relawan bukan sekadar bentuk pengabdian, tetapi juga komitmen untuk menanamkan semangat kemanusiaan kepada generasi muda melalui kegiatan PMR di lingkungan sekolah.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memilih menjadi relawan PMI. Peran Anda sangat berarti dalam menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada para siswa yang tergabung dalam PMR,” ujarnya.

Ninik menjelaskan, jumlah pegawai PMI yang terbatas membuat keberhasilan berbagai program kemanusiaan sangat bergantung pada dedikasi para relawan.

Karena itu, keberadaan fasilitator PMR memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ujung tombak pembinaan karakter generasi muda.

Menurutnya, fasilitator tidak hanya bertugas mendampingi kegiatan PMR, tetapi juga membangun kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kesiapan siswa dalam menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan sekitarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mendukung implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah.

Melalui program tersebut, para fasilitator diharapkan mampu memberikan edukasi tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Selain itu, peserta pelatihan didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memetakan potensi risiko bencana.

Sebab, para relawan yang hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat dinilai paling memahami kondisi lingkungan serta ancaman yang mungkin terjadi.

“Relawan berada paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, mereka harus mampu mengenali potensi bencana sekaligus menjadi motor penggerak edukasi kebencanaan di lingkungan masing-masing,” jelas Ninik.

Tak hanya berfokus pada kesiapsiagaan bencana, PMR juga diarahkan menjadi wadah pembentukan karakter melalui berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial, pelayanan kemanusiaan, dan aksi sukarela lainnya.

Aktivitas tersebut diyakini mampu melatih jiwa kepemimpinan, kerja sama, disiplin, serta kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.

Dalam kesempatan itu, Ninik juga menegaskan komitmen PMI Kabupaten Bojonegoro untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga pendidikan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, meski PMI masih menghadapi keterbatasan sumber daya, sinergi lintas sektor menjadi modal utama agar pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan berjalan semakin optimal.

Melalui pelatihan yang berlangsung hingga 30 Juli 2026 ini, PMI Kabupaten Bojonegoro berharap para fasilitator mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, mereka diharapkan dapat melahirkan anggota PMR yang berkarakter, peduli terhadap sesama, tanggap bencana, serta siap berkontribusi dalam berbagai aksi kemanusiaan di masa mendatang.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya PMI Kabupaten Bojonegoro membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki kepedulian sosial tinggi, tetapi juga siap menjadi relawan tangguh yang mampu berperan aktif dalam penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan di tengah masyarakat. (er)