BOJONEGORO – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan meringankan beban ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program inovatif.
Salah satunya PASS ISYA’ (Pasar Murah Setelah Sholat Isya’) yang kali ini digelar di halaman Masjid Al A’la, Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Tidak hanya menghadirkan pasar murah, PASS ISYA’ juga menggabungkan kegiatan keagamaan, santunan sosial, hingga penyampaian informasi program pembangunan daerah.
Sejak awal kegiatan, masyarakat mendapatkan kesempatan berbelanja berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Beras, minyak goreng dan gula menjadi sejumlah komoditas yang banyak diburu warga.
Namun, kegiatan ini bukan hanya transaksi jual beli, rangkaian acara diawali dengan sholat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan pemberian santunan kepada anak yatim dan lanjut usia (lansia).
Pemkab Bojonegoro juga menyerahkan secara simbolis insentif bagi petugas keagamaan masjid.
Suasana semakin bermakna dengan digelarnya pengajian kebangsaan yang disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan sejumlah program prioritas Pemkab Bojonegoro, mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan, penguatan sektor pertanian, hingga perlindungan kesejahteraan sosial masyarakat.
Nurul Azizah juga menjelaskan bahwa kemampuan keuangan daerah saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih cermat dalam menentukan penggunaan anggaran.
Menurutnya, penyesuaian anggaran perlu dilakukan dengan mengutamakan program-program yang memiliki dampak nyata dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemkab Bojonegoro tetap berupaya mempertahankan kualitas pelayanan publik, terutama pada sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah kesehatan.
RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro terus mengembangkan berbagai layanan unggulan untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien.
Beberapa layanan yang dikembangkan meliputi pelayanan jantung, saraf, penanganan kanker, hingga terapi sel punca atau stem cell.
Selain pengembangan layanan tersebut, Pemkab Bojonegoro juga mendorong perluasan fasilitas pelayanan cuci darah di sejumlah rumah sakit daerah.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, sehingga pasien tidak harus selalu menjalani rujukan atau mencari pengobatan ke luar daerah.
Tidak hanya kesehatan, sektor pertanian juga menjadi salah satu fokus pembangunan Kabupaten Bojonegoro.
Wabup Nurul menyampaikan bahwa Pemkab berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengembangkan bibit padi unggul.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu menghasilkan pengembangan benih berkualitas yang dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Dengan peningkatan hasil panen, pemerintah berharap kesejahteraan petani Bojonegoro juga semakin meningkat.
Terlebih, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.
Di bidang sosial dan keagamaan, Pemkab Bojonegoro juga terus menjalankan berbagai program kepedulian masyarakat.
Program tersebut antara lain bantuan bagi takmir masjid dan marbot, santunan anak yatim dan lansia, serta penyediaan beasiswa bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Dalam kesempatannya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ali Mustofa, menilai PASS ISYA’ menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam mengoptimalkan fungsi masjid.
Menurutnya, masjid seharusnya tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan dalam memperhatikan kesejahteraan jamaah dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Program PASS ISYA’ mendapat respon positif dari masyarakat, Sutini (60), salah satu warga yang hadir, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena sejumlah kebutuhan rumah tangga bisa diperoleh dengan harga lebih terjangkau.
Dia menyebut beras, minyak goreng, dan gula menjadi komoditas yang paling banyak dicari warga dalam kegiatan tersebut.
Bagi masyarakat, keberadaan pasar murah seperti ini menjadi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu menghemat pengeluaran rumah tangga.
Melalui PASS ISYA’, Pemkab Bojonegoro berharap masjid semakin berperan sebagai pusat aktivitas umat yang memberikan manfaat lebih luas.
Program ini juga diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian sosial, menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan mendorong kesejahteraan warga Bojonegoro. (er)






