Daerah

Reog Singo Manunggal Bikin Waduk Sonorejo Bojonegoro Dipadati Warga

aksesadim01
×

Reog Singo Manunggal Bikin Waduk Sonorejo Bojonegoro Dipadati Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20261102 WA0033

BOJONEGORO – Suasana kawasan wisata Waduk Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, mendadak semarak pada Minggu (1/11/2026).

Ratusan warga tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional Reog Singo Manunggal yang menjadi salah satu agenda Atraksi Wisata di 10 Titik yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Pertunjukan seni budaya tersebut bukan sekadar hiburan bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi strategi pemerintah daerah untuk menghidupkan destinasi wisata, melestarikan kesenian tradisional, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat di berbagai wilayah.

Atraksi Reog Singo Manunggal sukses menyedot perhatian pengunjung.

Mulai dari penampilan dadak merak yang megah, iringan musik gamelan yang khas, gerakan lincah para jathil, hingga aksi para warok, semuanya menghadirkan tontonan budaya yang memikat.

Menariknya, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Padangan. Sejumlah wisatawan dari luar Kabupaten Bojonegoro juga turut meramaikan kawasan Waduk Sonorejo.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan aktivitas pariwisata dan kebudayaan.

Pemkab Bojonegoro ingin memastikan bahwa panggung kesenian dan kegiatan wisata tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, tetapi juga hadir hingga kecamatan dan desa yang memiliki potensi lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa pembatalan BNC telah melalui sejumlah pertimbangan.

Meski demikian, keputusan tersebut bukan berarti agenda pariwisata dan kebudayaan di Bojonegoro ditiadakan.

Sebagai gantinya, pemerintah menghadirkan konsep Atraksi Wisata di 10 Titik.

Program ini diharapkan menjadi wadah bagi para seniman dan pelaku budaya untuk terus menunjukkan kreativitas sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami gelar atraksi di 10 titik, mulai dari Galeri Bengawan Trucuk, hari ini di Waduk Sonorejo Padangan, besok di Kayangan Api, Waduk Pacal, dan lain-lain,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan atraksi di sejumlah destinasi wisata tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Bojonegoro kepada masyarakat yang lebih luas.

Camat Padangan, Novita Sari, menyambut positif dipilihnya Waduk Sonorejo sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan atraksi wisata.

Dia menilai kawasan tersebut memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan.

Tidak hanya menawarkan wisata air, Waduk Sonorejo juga dinilai berpeluang dikembangkan sebagai lokasi wisata edukasi dan budaya.

Dengan adanya kegiatan seni tradisional, daya tarik kawasan wisata ini diharapkan semakin beragam.

Novita berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga potensi wisata Kecamatan Padangan semakin dikenal masyarakat, baik dari Bojonegoro maupun daerah lain.

Di balik meriahnya pertunjukan Reog Singo Manunggal, ada peluang ekonomi yang turut bergerak.

Ramainya pengunjung memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Waduk Sonorejo untuk meningkatkan penjualan.

Sejumlah pedagang terlihat memanfaatkan momentum tersebut dengan menawarkan berbagai makanan, minuman, serta produk lokal kepada pengunjung.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan hiburan dan kunjungan wisatawan.

Jika dikelola secara berkelanjutan, agenda wisata juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pedagang kecil dan pelaku usaha lokal.

Melalui Atraksi Wisata di 10 Titik, Pemkab Bojonegoro berharap setiap kecamatan memiliki kesempatan untuk memperkenalkan keunggulan wilayahnya.

Potensi seni tradisional, kebudayaan, hingga destinasi wisata lokal diharapkan semakin berkembang dan memiliki daya tarik tersendiri.

Pagelaran Reog Singo Manunggal di Waduk Sonorejo menjadi salah satu gambaran bagaimana seni budaya dapat menjadi magnet wisata sekaligus membuka peluang ekonomi.

Pemerataan kegiatan wisata pun diharapkan mampu membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat Bojonegoro. (er)