Infotaiment

Kanker Serviks Mengintai, Perempuan Bojonegoro Diajak Lebih Peduli

aksesadim01
×

Kanker Serviks Mengintai, Perempuan Bojonegoro Diajak Lebih Peduli

Sebarkan artikel ini
IMG 20261029 WA0000

BOJONEGORO – Kesadaran menjaga kesehatan reproduksi masih menjadi pekerjaan penting bagi perempuan.

Tidak sedikit yang lebih mengutamakan kesehatan suami dan anak, tetapi justru menunda pemeriksaan kesehatan diri sendiri.

Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan BPJS Kesehatan.

Melalui program Sapa Bojonegoro yang disiarkan Radio Malowopati FM, Selasa (27/10/2026), ketiga pihak berkolaborasi memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks.

Kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat memahami akses pelayanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong perempuan agar tidak mengabaikan kesehatan reproduksi, termasuk memahami langkah pencegahan dan melakukan pemeriksaan sesuai anjuran tenaga medis.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro, Emy Edi Susanto, menegaskan bahwa kesehatan perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, perempuan kerap mendahulukan kebutuhan kesehatan anggota keluarga lainnya.

Akibatnya, perhatian terhadap kesehatan diri sendiri terkadang terabaikan.

Padahal, menjaga kesehatan tidak seharusnya menunggu munculnya keluhan atau gejala tertentu.

Kesadaran melakukan pencegahan dan pemeriksaan sejak dini perlu menjadi kebiasaan.

Melalui program DWP Sehat, DWP Kabupaten Bojonegoro berupaya memperluas pengetahuan perempuan mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan kanker serviks, serta pentingnya vaksinasi Human Papillomavirus (HPV).

Langkah tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan diri merupakan bagian penting dari upaya melindungi keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Penjaminan dan Utilisasi BPJS Kesehatan, Era Ajar Siswadika, menjelaskan bahwa peserta JKN dapat mengakses pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan deteksi dini kanker serviks sesuai ketentuan yang berlaku.

Dia mengingatkan perempuan agar tidak menunda pemeriksaan hanya karena merasa takut, malu, atau khawatir mengenai biaya pelayanan kesehatan.

Pemeriksaan dapat dimulai melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas atau fasilitas kesehatan tempat peserta terdaftar, dengan mengikuti prosedur skrining yang tersedia.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi medis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, peserta dapat memperoleh pelayanan lanjutan melalui mekanisme rujukan sesuai prosedur JKN.

Pemahaman mengenai alur pelayanan ini penting agar masyarakat mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika ingin memeriksakan kesehatan reproduksi.

Meski demikian, jenis pemeriksaan yang sesuai perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan berdasarkan usia, kondisi kesehatan, serta riwayat medis masing-masing.

Selain pemeriksaan kesehatan, vaksinasi HPV juga menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah kanker serviks.

DWP Kabupaten Bojonegoro menyampaikan rencana pelaksanaan vaksinasi HPV mulai Selasa, 3 November 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program DWP Sehat yang dikoordinasikan dengan DWP Pusat.

Masyarakat dihimbau mencari informasi lebih lanjut mengenai jadwal, sasaran peserta, persyaratan, serta mekanisme pelaksanaan vaksinasi tersebut.

Konsultasi dengan tenaga kesehatan juga diperlukan untuk memastikan kesesuaian vaksinasi dengan kondisi masing-masing.

Pencegahan kanker serviks tidak hanya bergantung pada satu langkah.

Edukasi kesehatan, vaksinasi HPV, serta pemeriksaan skrining sesuai rekomendasi medis perlu dipahami sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan perempuan.

Upaya meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker serviks membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Informasi kesehatan yang mudah dipahami perlu menjangkau perempuan hingga tingkat keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Kader kesehatan, kelompok perempuan, posyandu, puskesmas, serta tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar.

Dukungan suami dan anggota keluarga juga diperlukan agar perempuan merasa lebih nyaman untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Di sisi lain, masyarakat perlu memastikan informasi yang diterima bersumber dari tenaga kesehatan atau lembaga yang berwenang, sehingga tidak mudah terpengaruh informasi keliru mengenai kanker serviks maupun vaksinasi HPV.

Kolaborasi Dinkominfo, DWP Kabupaten Bojonegoro dan BPJS Kesehatan melalui program Sapa Bojonegoro menjadi salah satu upaya mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Melalui siaran Radio Malowopati FM, edukasi mengenai deteksi dini kanker serviks dan pemanfaatan layanan JKN diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pendengar.

Sinergi lintas lembaga ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan penyakit perlu dimulai dari peningkatan pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri.

Perempuan diharapkan tidak lagi menempatkan kesehatan pribadi sebagai prioritas terakhir.

Mencari informasi yang benar, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta menjalani pemeriksaan sesuai rekomendasi medis merupakan langkah nyata untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Deteksi dini, lindungi diri dan jaga masa depan, kesadaran perempuan terhadap kesehatan bukan hanya penting bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan berkualitas. (Er)