Peristiwa

Aksi Sigap Yonif 885 dan Damkar Bojonegoro Padamkan Kebakaran Lahan

aksesadim01
×

Aksi Sigap Yonif 885 dan Damkar Bojonegoro Padamkan Kebakaran Lahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20261026 WA0016

BOJONEGORO — Pembakaran sampah yang diduga dilakukan secara sembarangan memicu kebakaran lahan kosong di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Senin (26/10/2026).

Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 885/Belibis Putih bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro langsung bergerak untuk mengendalikan api agar tidak merambat semakin luas.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas membakar sampah tanpa pengawasan dapat memicu kebakaran, terutama ketika api menyambar area di sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api awalnya berasal dari aktivitas pembakaran sampah.

Namun, kobaran api kemudian merambat ke lahan kosong di sekitar lokasi sehingga membutuhkan penanganan cepat.

Mengetahui kejadian tersebut, personel Yonif TP 885/Belibis Putih bersama petugas Damkar Bojonegoro segera melakukan upaya pemadaman.

Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Berkat kesigapan petugas serta kerja sama antara TNI dan Damkar, kebakaran lahan kosong tersebut akhirnya berhasil diatasi.

Dalam kejadian ini, tidak dilaporkan adanya kerugian material.

Respon cepat dalam menangani kebakaran tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Mojoranu.

Dia menyampaikan terima kasih kepada personel Yonif TP 885/Belibis Putih dan petugas Damkar Bojonegoro yang telah membantu menangani keadaan darurat di wilayahnya.

Menurutnya, kehadiran petugas yang sigap sangat membantu masyarakat, khususnya ketika menghadapi kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan dan lingkungan.

“Terima kasih kepada bapak-bapak dari Yonif TP 885/Belibis Putih beserta Damkar Kabupaten Bojonegoro. Berkat aksi cepat tanggap, kebakaran di lahan kosong segera teratasi dan tidak menimbulkan kerugian. Kami sangat mengapresiasi kepedulian TNI dan Damkar yang senantiasa hadir membantu masyarakat serta peduli terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Kepala Desa Mojoranu.

Apresiasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi antara aparat kewilayahan, petugas pemadam kebakaran, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Sementara itu, Komandan Batalyon Yonif TP 885/Belibis Putih menegaskan bahwa keberadaan satuannya di Kabupaten Bojonegoro tidak hanya berkaitan dengan tugas kemiliteran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.

Ia menyatakan, satuannya berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menangani persoalan yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.

“Kami hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan. Harapan kami, dengan adanya Yonif TP 885/Belibis Putih di wilayah Kabupaten Bojonegoro, kami dapat turut membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Kami akan terus berupaya menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan penanganan bersama,” tegasnya.

Kolaborasi dalam penanganan kebakaran di Desa Mojoranu menjadi salah satu bentuk nyata kerja sama tersebut. Respons yang cepat diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak kejadian darurat sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Di balik keberhasilan penanganan kebakaran tersebut, masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola sampah.

Pembakaran sampah yang tidak diawasi berisiko memicu api menjalar ke rumput kering, semak belukar, maupun lahan kosong di sekitarnya.

Karena itu, warga dihimbau untuk menghindari pembakaran sampah secara sembarangan.

Apabila pembakaran tidak dapat dihindari dan diperbolehkan sesuai ketentuan setempat, masyarakat harus memastikan kondisi benar-benar aman serta api tidak dibiarkan tanpa pengawasan.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika kondisi lingkungan kering atau angin berembus kencang karena dapat mempercepat penyebaran api.

Peristiwa di Desa Mojoranu menjadi pelajaran bahwa kebakaran dapat berawal dari aktivitas sehari-hari yang dianggap sepele. Pencegahan sejak dini, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapan bertindak saat keadaan darurat merupakan faktor penting untuk mengurangi risiko kebakaran.

Dengan sinergi TNI, Damkar, pemerintah desa, dan masyarakat, keamanan lingkungan di Kabupaten Bojonegoro diharapkan tetap terjaga.

Kesadaran bersama untuk mencegah kebakaran juga menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang. (er)