Infotaiment

PKL Bojonegoro Ngopi Bareng, Ali Syafaat Tekankan Guyup Rukun

aksesadim01
×

PKL Bojonegoro Ngopi Bareng, Ali Syafaat Tekankan Guyup Rukun

Sebarkan artikel ini
IMG 20260930 WA0027

BOJONEGORO — Suasana santai di Warung Bucu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, berubah menjadi ruang bertukar gagasan bagi puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) BM atau Budal Makmur, Rabu (30/9/2026).

Sekitar 40 PKL BM berkumpul dalam kegiatan ngopi bareng yang dipimpin Ali Syafaat.

Pertemuan tersebut turut diketahui oleh tim EFOS (Energy For Synergy).

Meski berlangsung secara sederhana, kegiatan ini menjadi momentum bagi para pedagang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membicarakan kondisi dan harapan PKL ke depan.

Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari pentingnya komunikasi antar pedagang hingga upaya membangun lingkungan usaha yang lebih baik melalui kerja sama dan saling mendukung.

Ali Syafaat menilai kekompakan menjadi salah satu modal penting bagi PKL dalam menghadapi berbagai dinamika.

Menurutnya, setiap pedagang memiliki kondisi dan kepentingan yang berbeda sehingga komunikasi terbuka perlu terus dijaga.

“PKL ini bagian dari masyarakat. Kita semua memiliki kepentingan yang sama untuk mencari nafkah dan membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, yang harus kita jaga adalah guyup rukunnya, komunikasinya, dan rasa saling menghargai,” ujar Ali.

Ia menambahkan, pertemuan informal seperti ngopi bersama justru dapat menjadi ruang yang efektif untuk menyampaikan gagasan.

Para pedagang bisa saling mendengar, bertukar pengalaman, sekaligus mencari kesamaan pandangan.

“Tidak harus selalu dalam forum resmi. Kadang dari ngopi dan ngobrol santai seperti ini, justru banyak gagasan yang muncul. Yang penting komunikasi terbangun dan kita bisa duduk bersama untuk membicarakan apa yang menjadi harapan PKL ke depan,” katanya.

Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan nilai EFOS Indonesia, Energy For Synergy, yang menempatkan sinergi sebagai bagian penting dalam membangun kekuatan bersama.

Melalui komunikasi yang terjaga, para PKL diharapkan dapat saling mendukung dan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak tanpa mengesampingkan nilai guyup rukun.

Salah satu peserta mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, pertemuan semacam ini memberikan kesempatan bagi para pedagang untuk lebih dekat, bertukar pandangan, sekaligus menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Kami sangat senang dengan adanya kumpul bareng seperti ini. Kami berharap ke depan PKL bisa lebih bersinergi, saling mendukung, dan bersama-sama membangun dengan tetap menjaga guyup rukun. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah,” ungkapnya.

Dia berharap komunikasi antar pedagang tidak berhenti pada kegiatan ngopi bersama.

Kebersamaan tersebut diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan positif dan menjadi cara untuk menyelesaikan persoalan secara terbuka.

“Harapannya sederhana, PKL tetap guyup rukun, komunikasinya semakin baik, dan ke depan bisa lebih bersinergi. Kalau kita bersama, tentu akan lebih mudah untuk menyampaikan aspirasi dan membangun sesuatu yang lebih baik,” ujarnya.

Pertemuan sekitar 40 PKL BM Budal Makmur tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka di antara para pedagang.

Bagi mereka, guyup rukun bukan hanya ungkapan, tetapi menjadi modal sosial untuk menjaga hubungan antarpedagang di tengah berbagai dinamika yang dihadapi PKL.

Dari Warung Bucu, Trucuk, pesan yang mengemuka cukup sederhana, yakni menjaga komunikasi, memperkuat kebersamaan dan membangun sinergi agar PKL Bojonegoro dapat terus berkembang bersama. (Er)