Investigasi

Granat dan Puluhan Amunisi Ditemukan di Bluluk Lamongan, Polisi Lakukan Ini

aksesadim01
×

Granat dan Puluhan Amunisi Ditemukan di Bluluk Lamongan, Polisi Lakukan Ini

Sebarkan artikel ini
IMG 20261104 WA0012

LAMONGAN – Warga Kabupaten Lamongan dibuat geger dengan penemuan benda berbahaya berupa sebuah granat dan puluhan butir amunisi senjata api di area kebun jati milik warga.

Temuan mengejutkan tersebut berada di wilayah Dusun Jurug, Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Penemuan benda yang diduga masih memiliki potensi bahaya itu langsung mendapat perhatian aparat kepolisian dan TNI.

Jajaran Polsek Bluluk bersama personel Koramil setempat bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari Sekretaris Desa Sumberbanjar.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan adanya penemuan granat dan puluhan butir amunisi tersebut.

Menurutnya, petugas segera diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan memastikan masyarakat tidak mendekati benda berbahaya itu.

“Menindaklanjuti informasi dari Sekretaris Desa Sumberbanjar, Kapolsek Bluluk AKP Mudo Tri Sanjoyo, S.H., M.M., bersama anggota Polsek Bluluk dan personel Koramil langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan,” jelas Hamzaid.

Setibanya di lokasi, petugas langsung memasang garis polisi dan melakukan sterilisasi area.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah warga mendekat atau melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan.

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan satu buah granat berbentuk bulat serta 41 butir amunisi kaliber 5,56 mm.

Kondisinya cukup mengkhawatirkan karena 39 butir amunisi diketahui masih aktif, sementara dua butir lainnya dalam keadaan rusak.

Melihat potensi risiko yang ditimbulkan, Polres Lamongan tidak mengambil langkah sembarangan.

Koordinasi segera dilakukan dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimobda Jawa Timur untuk menangani seluruh temuan sesuai prosedur keamanan.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Pamapta Polres Lamongan, Tim Identifikasi Polres Lamongan, serta personel Tim Jibom Gegana Satbrimobda Jawa Timur tiba di lokasi.

Tim gabungan kemudian melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut terhadap granat dan puluhan amunisi tersebut.

Setelah melalui penanganan oleh petugas yang memiliki keahlian khusus, seluruh benda berbahaya itu akhirnya dimusnahkan untuk menghilangkan potensi ancaman bagi masyarakat.

Hamzaid menjelaskan, sebelum proses pemusnahan dilakukan, petugas terlebih dahulu memastikan kawasan sekitar benar-benar steril.

Area dengan radius 500 meter dari lokasi pemusnahan dikosongkan untuk mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan.

“Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 16.30 WIB,” tambahnya.

Pasca kejadian tersebut, Polres Lamongan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga berupa granat, amunisi, atau bahan peledak.

Warga diminta tidak menyentuh, memindahkan, membuka, maupun mencoba memeriksa benda tersebut secara mandiri.

Tindakan paling aman adalah segera menjauh dari lokasi dan mencegah orang lain mendekat.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan temuan serupa kepada pihak kepolisian atau melalui layanan Call Center 110 agar dapat ditangani oleh petugas berwenang.

Polres Lamongan turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dengan segera melaporkan penemuan tersebut.

Menurut Hamzaid, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi sangat membantu aparat dalam menjaga keamanan lingkungan dan mencegah terjadinya insiden yang dapat mengancam keselamatan warga.

Keberhasilan penanganan temuan granat dan 41 butir amunisi di Kecamatan Bluluk ini menjadi bukti pentingnya respons cepat serta koordinasi antara Polri, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Dengan penanganan yang tepat, potensi bahaya dari benda-benda tersebut berhasil dihilangkan sehingga situasi keamanan di sekitar lokasi kembali terkendali. (fs)