Daerah

Hebat, Kelompok GAYATRI Sengon Bojonegoro Layani Peternak hingga Se-Kecamatan

aksesadim01
6563
×

Hebat, Kelompok GAYATRI Sengon Bojonegoro Layani Peternak hingga Se-Kecamatan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260617 WA0010

BOJONEGORO – Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Salah satu bukti keberhasilannya terlihat di Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, di mana para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhasil membangun kelompok usaha ternak yang tidak hanya fokus pada produksi telur, tetapi juga mengembangkan sistem pemasaran dan penyediaan pakan secara mandiri.

Kelompok GAYATRI Desa Sengon yang beranggotakan sekitar 40 KPM kini menjadi pusat aktivitas peternakan ayam petelur di wilayah tersebut.

Kehadirannya memberikan kemudahan bagi para anggota dalam menjual hasil produksi telur sekaligus memperoleh kebutuhan pakan ternak dengan lebih mudah dan terjangkau.

Ketua Kelompok GAYATRI Desa Sengon, Ahmad Fathoni, menjelaskan bahwa kelompok yang dipimpinnya menerapkan sistem yang fleksibel.

Para peternak dapat menjual telur secara langsung maupun menukarkannya dengan pakan melalui mekanisme barter yang dinilai sangat membantu.

“Peternak bisa memilih apakah telurnya dijual atau dibarter dengan pakan. Sistem ini dibuat agar lebih memudahkan anggota, bahkan setelah ditukar pakan masih ada sisa nilai yang diterima peternak,” jelasnya.

Tidak hanya bergerak di bidang pemasaran hasil ternak, kelompok ini juga aktif memberikan pendampingan kepada para peternak.

Berbagai kebutuhan seperti vitamin ternak disediakan secara rutin, sementara kegiatan penyuluhan kesehatan ayam dilaksanakan secara berkala dengan menghadirkan tenaga ahli.

Menurut Ahmad Fathoni, dalam setiap pertemuan para peternak diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di kandang, mulai dari penurunan produktivitas hingga dampak perubahan cuaca terhadap kesehatan ayam.

“Dalam penyuluhan kami menghadirkan dua dokter yang memberikan pendampingan. Peternak bisa menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, termasuk langkah antisipasi saat cuaca berubah dan kondisi ayam mengalami penurunan kesehatan,” ujarnya.

Peran kelompok juga semakin berkembang dalam penyediaan pakan ternak.

Jika awalnya hanya melayani kebutuhan anggota di Desa Sengon, kini distribusi pakan telah menjangkau penerima manfaat Program GAYATRI di berbagai desa di Kecamatan Ngambon.

Melalui sistem distribusi yang terorganisir, para peternak tidak perlu kesulitan mencari kebutuhan pakan.

Kelompok secara rutin menyalurkan pakan langsung ke lokasi peternakan sehingga aktivitas budidaya ayam petelur dapat berjalan lebih optimal.

Di sektor pemasaran, hasil produksi telur anggota juga terus mengalami peningkatan.

Telur yang dibeli kelompok dari peternak dengan harga Rp25.000 per kilogram kemudian dipasarkan kembali dengan harga Rp27.000 per kilogram.

Jaringan pemasaran yang dibangun kini telah menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.

Menariknya, pemasaran tidak hanya dilakukan secara konvensional. Kelompok GAYATRI Desa Sengon juga memanfaatkan platform digital seperti TikTok untuk memperluas pasar.

Konsumen dapat memesan telur melalui layanan COD maupun pengiriman langsung ke lokasi tujuan.

“Telur bisa kami antarkan langsung, termasuk kepada ASN di lingkungan Pemkab Bojonegoro. Selain itu pemasaran juga dilakukan melalui TikTok sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas,” kata Ahmad Fathoni.

Aktivitas usaha kelompok terus berkembang pesat. Dalam satu minggu, penjualan pakan mampu mencapai sekitar 4 ton atau setara 80 zak.

Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pakan sekaligus meningkatnya aktivitas peternakan ayam petelur di wilayah Ngambon.

Selain mengirimkan pakan ke para anggota, pengurus kelompok juga rutin melakukan monitoring langsung ke kandang untuk memastikan kondisi ayam tetap sehat dan produktivitas telur tetap terjaga.

Keberhasilan Kelompok GAYATRI Desa Sengon menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antar-peternak mampu menciptakan sistem usaha yang saling menguntungkan.

Melalui inovasi barter telur dengan pakan, pendampingan kesehatan ternak, serta strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital, kelompok ini berhasil memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung kesuksesan Program GAYATRI di Kabupaten Bojonegoro. (er)