TNI/POLRI

Lamongan Siaga Jelang Suro, TNI Polri dan Pesilat Bersatu

aksesadim01
7758
×

Lamongan Siaga Jelang Suro, TNI Polri dan Pesilat Bersatu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260616 WA0003

LAMONGAN – Menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah serta rangkaian pengesahan warga baru perguruan silat, seluruh elemen di Kabupaten Lamongan memperkuat komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

Semangat persaudaraan dan kebersamaan menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Sinergitas yang digelar di Pendopo Lokatantra, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forkopimcam, TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga para pimpinan perguruan silat.

Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyatukan langkah dalam menjaga kondusivitas wilayah selama berlangsungnya berbagai kegiatan masyarakat yang melibatkan komunitas dan organisasi kemasyarakatan.

Rapat koordinasi tidak hanya membahas aspek pengamanan, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Lamongan.

Seluruh peserta sepakat bahwa keamanan daerah hanya dapat terwujud melalui kerja sama dan komunikasi yang baik antar seluruh elemen masyarakat.

Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan bahwa menjaga situasi yang aman dan damai bukan semata tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.

Menurutnya, Lamongan dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi budaya gotong royong dan keharmonisan sosial.

Karena itu, setiap perbedaan organisasi, kelompok, maupun latar belakang tidak boleh menjadi pemicu konflik yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

“Perbedaan bukan alasan untuk menciptakan perpecahan. Yang harus kita kedepankan adalah rasa persaudaraan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama demi menjaga Lamongan tetap aman, nyaman, dan harmonis,” tegas Dandim.

Dalam forum tersebut, seluruh peserta juga bersepakat memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui pendekatan humanis dan komunikasi aktif di tingkat wilayah.

Forkopimcam diminta meningkatkan deteksi dini terhadap potensi kerawanan sekaligus membangun koordinasi yang lebih intensif dengan tokoh masyarakat maupun pimpinan perguruan silat.

Sementara itu, para ketua perguruan silat dan organisasi masyarakat menyatakan kesiapan untuk turut menjaga ketertiban dengan mengingatkan seluruh anggotanya agar mematuhi aturan, menjaga nama baik organisasi, serta tidak mudah terpengaruh isu provokatif maupun informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi momentum 1 Muharram, unsur TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Satpol PP, serta stakeholder terkait akan memperkuat pengamanan melalui pendirian posko terpadu di sejumlah titik strategis.

Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Momen penting dalam rapat koordinasi ini ditandai dengan penandatanganan Ikrar Maklumat Suro Aman dan Damai oleh seluruh unsur yang hadir.

Penandatanganan tersebut menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, mencegah konflik, dan menciptakan suasana yang kondusif di Kabupaten Lamongan.

Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah, aparat keamanan, perguruan silat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, Lamongan diharapkan terus menjadi contoh daerah yang mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

Semangat persaudaraan yang dibangun menjelang Tahun Baru Islam ini menjadi bukti bahwa tradisi, budaya, dan keamanan dapat berjalan beriringan dalam bingkai kedamaian dan persatuan. (fs)