Daerah

Warga Sumengko Tondomulo Kedungadem Bojonegoro Kompak Gelar Sedekah Bumi, Bukti Syukur atas Hasil Panen

aksesadim01
9840
×

Warga Sumengko Tondomulo Kedungadem Bojonegoro Kompak Gelar Sedekah Bumi, Bukti Syukur atas Hasil Panen

Sebarkan artikel ini
IMG 20260511 WA0035

BOJONEGORO – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Dusun Sumengko, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, saat warga kembali menggelar tradisi Sedekah Bumi, Senin (11/5/2026).

Tradisi tahunan yang diwariskan turun-temurun ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah sekaligus doa agar keberkahan terus menyertai kehidupan warga.

Kegiatan berlangsung khidmat sejak pagi hari dan diikuti seluruh elemen masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Tondomulo bersama perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota Linmas, hingga warga dari berbagai usia yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Prosesi Sedekah Bumi diawali dengan doa bersama dan kenduri di tiga punden yang disakralkan masyarakat setempat, yakni Sendang Watu Pawon, Sendang Sawah Kalen, dan Sendang Kidul.

Tradisi ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur atas rezeki hasil bumi yang diterima masyarakat selama setahun terakhir.

Nuansa budaya Jawa semakin terasa saat acara hiburan rakyat dimulai.

Panitia menghadirkan kesenian tradisional Langen Tayub dari grup karawitan New Margo Laras pimpinan Ratno dengan koordinator M. Hadisusilo dari Desa Banjargondang, Kecamatan Bluluk, Lamongan.

Penampilan para waranggono atau sinden seperti Nyi Retno, Nyi Karniati, Nyi Tika, dan Nyi Sepri sukses menghibur warga yang memadati lokasi acara.

Kehadiran pramugari Sumantri juga turut menambah semarak pertunjukan budaya tersebut.
Ketua panitia pelaksana, Samsu, mengatakan kegiatan Sedekah Bumi tahun ini sepenuhnya terlaksana berkat swadaya masyarakat.

Menurutnya, kekompakan warga menjadi kekuatan utama dalam menjaga tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Semua terlaksana dari gotong royong warga. Tradisi ini bukan hanya bentuk rasa syukur, tetapi juga cara kami menjaga budaya warisan leluhur agar tetap lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Sumengko, Parno, mengapresiasi keterlibatan seluruh masyarakat yang turut menyukseskan acara hingga berjalan aman dan lancar.

Ia berharap tradisi Sedekah Bumi terus dipertahankan dan ke depan dapat digelar lebih meriah tanpa menghilangkan nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Bagi warga Dusun Sumengko, Sedekah Bumi menjadi tradisi dan ruang mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus upaya nyata nguri-uri budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. (Er)