Daerah

Bojonegoro Jadi Penghasil Padi Nomor 1 Jatim, LDII Siap Dukung Target Nasional

aksesadim01
×

Bojonegoro Jadi Penghasil Padi Nomor 1 Jatim, LDII Siap Dukung Target Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20261106 WA0001

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendorong organisasi kemasyarakatan, termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), untuk mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mendukung pembangunan daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, saat membacakan sambutan Bupati Setyo Wahono dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) X LDII Kabupaten Bojonegoro di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi LDII untuk mengevaluasi program organisasi, memperkuat konsolidasi, sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja ke depan.

Musda X tersebut dihadiri Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro KH Alamul Huda Masyhur, Ketua FKUB Bojonegoro Hanafi, perwakilan DPW LDII Jawa Timur, Wakapolres Bojonegoro, Kasdim 0813, serta sekitar 230 peserta dari Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Edi Susanto menyampaikan bahwa kemajuan Bojonegoro tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun kekayaan sumber daya alam.

Kualitas manusia juga menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah.

Menurutnya, Bojonegoro membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak baik, etos kerja tinggi, keterampilan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Karena itu, keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti LDII dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan SDM.

Ada sejumlah kontribusi yang diharapkan dapat terus diperkuat, mulai dari pendidikan karakter generasi muda, peningkatan keterampilan dan kompetensi masyarakat, hingga membangun keseimbangan antara profesionalisme dan nilai-nilai religius.

Selain penguatan SDM, perhatian Pemkab Bojonegoro juga tertuju pada sektor pertanian yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.

Edi Susanto mengungkapkan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas produksi pertanian.

Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyiapkan bibit padi unggul Gamagora.

Varietas tersebut diharapkan mampu memberikan hasil produksi yang lebih baik serta memiliki kemampuan adaptasi terhadap kondisi cuaca.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat produktivitas pertanian sekaligus menjaga posisi Bojonegoro sebagai salah satu daerah penyangga pangan penting di Jawa Timur.

Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Bupati Setyo Wahono juga menitipkan pesan agar Musda X LDII menghasilkan keputusan terbaik, melahirkan pemimpin yang amanah, serta merumuskan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Musda ini momentum penting untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, regenerasi kepemimpinan serta merumuskan langkah dalam menghadapi tantangan,” demikian pesan Bupati Setyo Wahono.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Bojonegoro, Edi Arto, mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota LDII di Bojonegoro memiliki mata pencaharian sebagai petani.

Mereka terutama bergerak di sektor pertanian sawah dan pengelolaan lahan di kawasan hutan wilayah selatan Bojonegoro.

Karena itu, keberhasilan Bojonegoro menempati peringkat pertama sebagai daerah penghasil padi di Jawa Timur menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar LDII.

Edi Arto meyakini para anggota LDII yang tersebar di berbagai kecamatan turut berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.

“Kami ucapkan selamat karena Kabupaten Bojonegoro berhasil menjadi nomor satu penghasil padi se-Jawa Timur. Saya yakin peserta kurang lebih 230 dari PC dan PAC ini juga turut berkontribusi. Kami siap menyukseskan di masa depan Bojonegoro menjadi lumbung padi terbesar nasional,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan kesiapan LDII untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dukungan terhadap penguatan organisasi dan pembangunan daerah juga disampaikan Sekretaris DPW LDII Jawa Timur, Bambang Raditya.

Dia mengapresiasi aktivitas dan kontribusi LDII Bojonegoro yang dinilai termasuk salah satu organisasi yang aktif menjalankan kegiatan.

Bambang berharap Musda X mampu menghasilkan program kerja yang sejalan dengan arah pembangunan Pemkab Bojonegoro serta memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan, baik di lingkungan internal organisasi maupun dalam hubungan dengan organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Tetap jaga kerukunan baik eksternal dan internal, tetap jaga suasana kondusif serta kekompakan antarormas,” pesannya.

Melalui Musda X ini, LDII Bojonegoro diharapkan semakin memperkuat peran organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan daerah.

Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan tersebut diharapkan menjadi salah satu kekuatan untuk mewujudkan Bojonegoro yang semakin maju, dengan SDM berkualitas dan ketahanan pangan yang semakin kuat. (er)