Peristiwa

Puting Beliung Terjang Lamongan, Atap Gudang Hantam 3 Rumah

aksesadim01
×

Puting Beliung Terjang Lamongan, Atap Gudang Hantam 3 Rumah

Sebarkan artikel ini
IMG 20261031 WA0005

LAMONGAN – Angin puting beliung menerjang sejumlah desa di Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jumat (30/10/2026) siang.

Terjangan angin kencang tersebut menyebabkan sejumlah bangunan warga rusak.

Bahkan, atap sebuah gudang penggilingan padi terlepas dan terbang hingga menghantam tiga rumah di sekitarnya.

Peristiwa cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 14.20 WIB itu berdampak pada warga di Dusun Kawisto, Desa Kawistolegi, Desa Sonoadi, dan Desa Sungelebak.

Meski mengakibatkan kerusakan bangunan, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut berdasarkan pendataan sementara.

Dampak paling parah terjadi di Dusun Kawisto, Desa Kawistolegi.

Angin kencang menerbangkan atap gudang penggilingan padi milik warga yang disewa PT JMS.

Material atap yang terlepas kemudian menghantam tiga rumah warga hingga mengalami kerusakan.

Tak hanya permukiman warga, dua warung makan juga terdampak.

Di Desa Sonoadi, sebuah warung makan mengalami kerusakan pada bagian atap.

Sementara di Desa Sungelebak, Warung Makan Nasi Kuthuk turut mengalami kerusakan akibat terjangan angin.

Mengetahui kejadian tersebut, jajaran Polsek Karanggeneng bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) langsung bergerak menuju lokasi terdampak.

Kapolsek Karanggeneng IPTU Sofian Ali, S.H., bersama anggota melakukan pengecekan kondisi bangunan sekaligus memastikan situasi keamanan masyarakat tetap terkendali.

Petugas juga berkoordinasi dengan pihak PT JMS, pemilik rumah, serta pemilik warung untuk mengidentifikasi dampak kerusakan dan melakukan penanganan awal pascakejadian.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, kerugian materiil akibat bencana angin puting beliung tersebut ditaksir mencapai Rp52 juta.

Rinciannya, kerusakan bangunan di Desa Kawistolegi diperkirakan mencapai Rp27 juta.

Kemudian di Desa Sonoadi sekitar Rp15 juta, sedangkan di Desa Sungelebak diperkirakan sebesar Rp10 juta.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa jajaran kepolisian bersama Forkopimcam langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat.

Menurutnya, langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terdampak bencana.

“Alhamdulillah, anggota bersama Forkopimcam telah mendatangi seluruh lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan warga maupun pemilik bangunan yang terdampak,” jelasnya.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya angin kencang maupun hujan lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Polres Lamongan mengingatkan warga agar memperhatikan kondisi lingkungan dan bangunan, terutama ketika terjadi perubahan cuaca secara mendadak.

Masyarakat diharapkan segera melakukan langkah antisipasi apabila muncul tanda-tanda cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan.

Apabila terjadi bencana atau keadaan darurat, warga diminta segera melaporkannya melalui layanan Call Center Polri 110 agar petugas dapat memberikan respon dan penanganan secepatnya. (Fs)