TNI/POLRI

Cegah Bullying hingga Judi Online, Polres Bojonegoro Turun ke Sekolah

aksesadim01
×

Cegah Bullying hingga Judi Online, Polres Bojonegoro Turun ke Sekolah

Sebarkan artikel ini
IMG 20261029 WA0017

BOJONEGORO — Ancaman perundungan, penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga tawuran menjadi perhatian serius Polres Bojonegoro dalam melindungi generasi muda.

Melalui Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah, kepolisian memperkuat langkah pencegahan agar lingkungan pendidikan tetap aman, nyaman dan bebas dari berbagai perilaku yang merugikan pelajar.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Apel Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang berlangsung di halaman Mapolres Bojonegoro, Kamis (29/10/2026).

Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty memimpin langsung apel yang menjadi momentum penguatan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan para pelajar.

Program ini tidak hanya berfokus pada upaya mengantisipasi tindak pelanggaran di kalangan remaja, tetapi juga mendorong terciptanya budaya sekolah yang aman, tertib, disiplin dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.

Apel tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polres Bojonegoro, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), serta Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro.

Sejumlah perwakilan kepala sekolah, koordinator guru bimbingan konseling (BK), personel polisi pendamping kelas, polisi pengawas sekolah, hingga ketua dan pengurus OSIS juga turut mengikuti kegiatan tersebut.

Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan pelajar yang melibatkan seluruh elemen pendidikan.

Pasalnya, persoalan yang dihadapi remaja saat ini tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan di sekolah.

Pengaruh lingkungan pergaulan dan perkembangan dunia digital juga menghadirkan tantangan yang membutuhkan perhatian bersama.

Perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan judi online menjadi sejumlah persoalan yang perlu diantisipasi melalui edukasi, pendampingan, serta pengawasan yang tepat.

Dalam amanatnya, AKBP Yenni Diarty menegaskan bahwa sekolah memiliki peran lebih besar daripada sekadar tempat untuk memperoleh pengetahuan.

Lingkungan pendidikan juga menjadi ruang pembentukan karakter, penanaman nilai kedisiplinan, dan persiapan masa depan generasi penerus bangsa.

Karena itu, setiap ancaman yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun perkembangan pelajar harus ditangani melalui langkah pencegahan yang terencana.

“Sekolah sejatinya adalah rumah kedua, tempat di mana karakter dibentuk, ilmu ditabur, dan masa depan bangsa dianyam. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Ancaman seperti perundungan, judi online, bahaya narkoba, hingga kenakalan remaja terus mengintai anak-anak kita,” tegas Yenni.

Menurutnya, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak.

Sekolah, keluarga, masyarakat dan kepolisian harus saling mendukung agar persoalan yang dialami pelajar dapat dikenali dan ditangani sejak dini.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mencegah berkembangnya perilaku menyimpang sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk tumbuh dan belajar dengan aman.

Yenni menjelaskan, Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah merupakan program yang diinisiasi Polda Jawa Timur dengan mengedepankan upaya preventif dan edukatif.

Artinya, kehadiran polisi di lingkungan pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum.

Personel kepolisian juga diharapkan menjadi mitra bagi sekolah dalam memberikan edukasi, membangun kedisiplinan, serta membantu mencegah potensi gangguan keamanan.

Pendekatan persuasif dan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

Dengan demikian, pelajar dapat memperoleh pendampingan sekaligus pemahaman mengenai risiko perundungan, narkoba, judi online, tawuran dan berbagai bentuk kenakalan remaja.

Melalui langkah ini, upaya menjaga keamanan sekolah diharapkan tidak hanya dilakukan ketika persoalan muncul, tetapi juga melalui pembinaan secara berkelanjutan.

“Hari ini, kita menyatukan komitmen untuk satu tujuan mulia: mewujudkan sekolah yang aman, serta membentuk pelajar yang tertib, disiplin, dan terlindungi,” ujarnya.

Kapolres Bojonegoro juga menekankan bahwa perlindungan terhadap pelajar bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian maupun tenaga pendidik.

Orang tua, pemerintah daerah, masyarakat, dan peserta didik memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi persoalan di lingkungan pendidikan dapat diantisipasi lebih awal melalui komunikasi, pengawasan dan pendampingan yang tepat.

Dengan penguatan Satgas Polisi Jogo Sekolah, Kabupaten Bojonegoro diharapkan mampu membangun lingkungan pendidikan yang semakin ramah anak dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Program ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Melalui sinergi yang kuat antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah, perlindungan pelajar diharapkan menjadi tanggung jawab bersama demi mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas. (Er)