Infotaiment

BRI Raih Penghargaan Bank Paling Inklusif di Pembiayaan UMKM

aksesadim01
×

BRI Raih Penghargaan Bank Paling Inklusif di Pembiayaan UMKM

Sebarkan artikel ini
IMG 20261029 WA0020

JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menorehkan prestasi di industri perbankan nasional.

Tak tanggung-tanggung, BRI meraih empat penghargaan dalam ajang Top 20 Financial Institutions Award 2026.

Pencapaian ini mempertegas konsistensi perseroan dalam menjaga kinerja keuangan, memperluas layanan digital, dan meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penghargaan yang diselenggarakan The Finance, bagian dari Infobank Media Group, tersebut berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menerima penghargaan atas nama perseroan.

Empat penghargaan yang diraih BRI mencakup pengakuan terhadap kinerja perusahaan sekaligus kontribusinya dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

BRI berhasil membawa pulang The Finance Golden Star Award 2026 dan Top 20 Financial Institution 2026 untuk kelompok bank dengan aset Rp500 triliun ke atas.

Dalam penilaian tersebut, BRI memperoleh predikat “Sangat Bagus”.

Selain itu, BRI juga meraih dua penghargaan khusus, yakni The Finance Special Award 2026 kategori The Most Active Digital Banking Transactions dan The Most Inclusive Bank in MSME Financing.

Dua penghargaan khusus tersebut menyoroti aktivitas transaksi perbankan digital BRI serta perannya dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.

Prestasi BRI tidak terlepas dari kinerja keuangan yang menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang semester I 2026.

Hingga akhir Juni 2026, BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun.

Angka tersebut meningkat 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut memperlihatkan kemampuan perseroan mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika ekonomi global sekaligus menjalankan transformasi bisnis untuk memperkuat daya saing.

Dari sisi penyaluran pembiayaan, kredit BRI mencapai Rp1.645,5 triliun hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 16,2 persen secara tahunan.

Segmen UMKM tetap menjadi salah satu penopang utama bisnis perseroan.

Total kredit yang disalurkan kepada sektor ini mencapai Rp1.235,4 triliun, meningkat 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Besarnya porsi pembiayaan UMKM memperlihatkan peran BRI dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha berskala kecil hingga bisnis yang terus berkembang.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi perseroan dalam menjaga fundamental bisnis sekaligus memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

Menurut Hery, pencapaian ini juga menjadi dorongan bagi BRI untuk melanjutkan transformasi perusahaan, khususnya dalam menghadirkan layanan keuangan yang semakin mudah dijangkau, aman, dan terintegrasi.

“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi BRI dalam menjaga kinerja dan menjawab kebutuhan nasabah. Kami akan terus mempercepat transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, aman dan terintegrasi, sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Hery.

Transformasi digital menjadi bagian penting dari strategi BRI untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan perbankan kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Melalui penguatan layanan digital dan integrasi ekosistem keuangan, BRI berupaya memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mengakses layanan perbankan sesuai kebutuhan mereka.

Selain memperkuat bisnis perbankan, BRI juga terus memperluas akses keuangan melalui Holding Ultra Mikro.

Hingga Juni 2026, ekosistem tersebut telah melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola 166,3 juta rekening simpanan.

Pada periode yang sama, sebanyak 2,3 juta debitur tercatat berhasil naik kelas.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha ultra mikro yang membutuhkan dukungan permodalan untuk mengembangkan bisnisnya.

Melalui integrasi layanan keuangan dan pemberdayaan usaha, pelaku usaha diharapkan tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas skala usahanya.

Langkah ini penting untuk membantu pelaku usaha kecil berkembang secara bertahap, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Dukungan BRI terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyaluran kredit.

Perseroan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan memperkuat daya saing pelaku bisnis.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa.

Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi ekonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan kegiatan usaha lokal.

Sementara itu, program Klasterku Hidupku telah mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha.

Pada sektor digital, platform LinkUMKM by BRI tercatat telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Adapun program Rumah BUMN telah diikuti sekitar 596 ribu pelaku usaha.

Berbagai program tersebut memperlihatkan pendekatan BRI dalam mendukung UMKM secara lebih menyeluruh.

Dukungan tidak hanya berfokus pada modal usaha, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas, pengembangan jaringan dan perluasan peluang pasar.

Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan peluang ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Hery Gunardi menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perjalanan bisnis BRI sekaligus menjadi salah satu fondasi penting perekonomian nasional.

Karena itu, menurutnya, peran BRI tidak sebatas menjadi lembaga perantara keuangan yang menyalurkan dana kepada masyarakat.

BRI juga berupaya menjadi penggerak yang membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan dan mengembangkan bisnisnya.

“UMKM tidak hanya menjadi core business Perseroan, tetapi juga merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, peran BRI tidak berhenti sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler yang mendukung pelaku usaha sejak tahap awal, membantu meningkatkan kapasitas dan daya saing, hingga mampu naik kelas. Kami ingin pertumbuhan BRI berjalan beriringan dengan kemajuan UMKM dan ekonomi kerakyatan,” tutup Hery.

Sebagai informasi, penghargaan Top 20 Financial Institutions Award 2026 diberikan berdasarkan kajian terhadap kinerja lembaga keuangan dengan menggunakan laporan keuangan selama tiga periode terakhir sebagai bahan penilaian utama.

Bagi BRI, empat penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kinerja perusahaan sekaligus tantangan untuk terus memperkuat inovasi layanan, memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan kontribusi terhadap pengembangan UMKM.

Ke depan, penguatan kinerja bisnis dan transformasi digital diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan akses keuangan masyarakat.

Dengan demikian, pertumbuhan perusahaan tidak hanya tercermin dalam capaian finansial, tetapi juga dalam terbukanya lebih banyak kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang dan naik kelas. (dpw)