Hukrim

Fakta Baru Kasus Sabung Ayam Viral Maros: ASR Dipaksa Minta Maaf di Kedai Kopi

aksesadim01
3
×

Fakta Baru Kasus Sabung Ayam Viral Maros: ASR Dipaksa Minta Maaf di Kedai Kopi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260825 WA0017

​MAROS — Pengakuan mengejutkan datang dari seorang warga berinisial ASR terkait video klarifikasi yang menyeret namanya dalam isu dugaan arena sabung ayam di wilayah satuan Batalyon Kostrad, Kabupaten Maros.

ASR mengaku dijebak dan dipaksa membuat video permohonan maaf di sebuah kedai kopi kawasan Jalan Toddopuli, Kota Makassar, padahal ia sama sekali tak terlibat dalam penulisan berita viral tersebut.

​Kisah ini bermula saat ASR dihubungi oleh salah satu awak media via panggilan WhatsApp pada Minggu (23/8/2026) menjelang tengah malam, tepatnya pukul 23.21 WITA.

Ia dijemput untuk menghadiri pertemuan yang diklaim sebagai ajang klarifikasi atas berita “dugaan judi berkedok perlombaan” yang membawa-bawa nama institusi militer tersebut.

​Namun, setibanya di lokasi, ASR mendapati situasi yang tak biasa.

Selain kehadiran oknum media online berinisial RM dan oknum lembaga LSM berinisial A serta IR, lokasi tersebut juga sudah dipenuhi belasan pria berbadan kekar dan berambut cepak yang diduga merupakan anggota Denpom XIV/4 Makassar.

​Di hadapan pihak-pihak dalam pertemuan tersebut, ASR secara tegas menyatakan dirinya tidak tahu-menahu mengenai berita sabung ayam yang viral di media sosial, apalagi menyusun narasi pemberitaannya.

​”Saya tidak tahu apa-apa soal berita sabung ayam di wilayah Kostrad itu. Bukan saya yang membuat atau menulis narasi yang beredar,” ujar ASR saat memberikan keterangan pada Selasa (25/8/2026).

​Sayangnya, penjelasan tersebut seolah diabaikan, ASR mengaku tetap ditekan oleh RM, A, dan IR untuk memperagakan video permohonan maaf demi memenuhi Hak Jawab guna memulihkan nama baik institusi yang terseret.

​”Saya sangat dirugikan dengan beredarnya video klarifikasi permohonan maaf itu. Saya tidak ada kaitannya sama sekali dengan berita tersebut, saya cuma dijadikan korban,” tegasnya.

​ASR juga menyesalkan sikap pihak yang menyebarkan video tersebut tanpa mengaburkan (blur) wajahnya.

Padahal, ia telah meminta hal tersebut demi jaminan keselamatan dirinya, mengingat isu ini melibatkan satuan elit militer dan menjadi perbincangan hangat publik.

​Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan oleh laporan media online tertanggal 23 Agustus 2026 yang menyebut adanya dugaan arena judi sabung ayam bernilai taruhan fantastis mencapai Rp500 juta berkedok perlombaan ayam bangkok di kawasan Kostrad Maros.

Laporan tersebut memicu berbagai spekulasi dan respon sengit dari warganet. (Rob)