BOJONEGORO – Pembangunan jalan tidak berhenti ketika beton selesai dicor.
Setelah pekerjaan fisik rampung, ada tahap penting yang tak boleh dilewatkan, yakni perawatan.
Hal itu terlihat di Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Di tengah terik matahari, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tetap turun tangan merawat jalan cor yang baru dibangun, Minggu (9/8/2026).
Di depan masjid desa, sejumlah prajurit terlihat membawa selang air dan sapu lidi.
Dengan bantuan mobil tangki, permukaan jalan disiram secara merata dan berkala.
Sekilas terlihat sederhana, namun, penyiraman tersebut merupakan bagian dari perawatan beton atau curing yang penting dilakukan setelah pengecoran.
Air diberikan untuk membantu menjaga kelembapan permukaan beton selama proses pengerasan.
Perawatan ini diharapkan membuat hasil pengecoran lebih optimal sekaligus membantu menjaga kualitas jalan.
Selain menjaga kualitas beton, penyiraman juga membantu mengurangi debu yang muncul akibat aktivitas kendaraan maupun warga yang melintas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi jalan berada di sekitar masjid yang menjadi tempat warga menjalankan aktivitas ibadah.
Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan perawatan menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas hasil pembangunan.
“Penyiraman ini penting untuk menjaga kelembapan jalan cor agar pengerasannya optimal. Sekaligus mengurangi debu di sekitar lokasi, sehingga masyarakat yang beraktivitas maupun beribadah di masjid tetap merasa nyaman,” ungkap Purnomo.
Menurutnya, pembangunan melalui TMMD tidak cukup hanya menghasilkan infrastruktur baru.
Hasil pekerjaan juga perlu dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu yang lebih panjang.
Karena itu, Satgas terus melakukan pemantauan dan perawatan terhadap sasaran fisik yang telah dikerjakan.
Jalan cor di Dusun Krebet diharapkan dapat menjadi akses yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jalur tersebut juga memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, kepedulian terhadap perawatan infrastruktur menjadi bagian dari semangat gotong royong yang terus dibangun selama pelaksanaan TMMD ke-129.
Bagi warga, jalan yang terawat bukan hanya membuat perjalanan lebih nyaman. Jalan yang kuat dan minim debu juga membuat aktivitas di sekitar lingkungan masjid terasa lebih tenang.
Di bawah panas matahari, penyiraman jalan mungkin tampak sebagai pekerjaan kecil.
Namun, dari sanalah terlihat bahwa Satgas TMMD tidak hanya mengejar pembangunan hingga selesai, tetapi juga berupaya menjaga agar hasilnya tetap berkualitas.
Semangat “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” kembali terlihat dalam langkah sederhana para prajurit yang merawat jalan, menjaga kenyamanan warga, sekaligus memastikan pembangunan yang telah dikerjakan bersama dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. (er)






