BOJONEGORO – Pembangunan jalan cor beton dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan manfaat berupa infrastruktur yang lebih baik.
Kegiatan tersebut berhasil mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong yang tumbuh secara alami.
Setiap hari, suasana di lokasi pembangunan jalan cor beton dipenuhi kehangatan.
Warga secara sukarela datang membawa kopi, teh, es, jajanan hingga nasi untuk dinikmati personel Satgas TMMD dan para pekerja.
Semua dilakukan tanpa adanya permintaan maupun jadwal resmi, melainkan lahir dari rasa syukur atas pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Kepala Dusun Mundu, Hariyono, yang hampir setiap hari berada di lokasi pembangunan, mengaku bangga melihat kekompakan warganya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan jalan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Setiap hari selalu ada warga yang datang mengantar kopi, es, jajanan bahkan nasi. Mereka datang bergantian tanpa harus diminta. Hari ini saja ada tujuh orang yang mengantar makanan. Ini menunjukkan masyarakat Dusun Mundu sangat senang dan mendukung penuh pembangunan jalan melalui TMMD,” ujar Hariyono, Rabu (29/7/2026).
Ia menambahkan, kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Semangat saling membantu tersebut diharapkan tetap terpelihara meski program TMMD nantinya telah selesai.
“Kebersamaan antara warga dan Satgas TMMD menjadi modal penting dalam menyukseskan seluruh sasaran pembangunan,” ungkapnya.
Salah seorang warga RT 17 RW 08 Dusun Mundu, Panidi, mengaku dengan senang hati ikut mengantarkan kopi dan jajanan ke lokasi pekerjaan.
Baginya, apa yang dilakukan hanyalah bentuk sederhana dari rasa terima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun jalan di desanya.
“Saya bersyukur ada kegiatan TMMD di desa kami. Apa yang saya antar ini hanya sebagian kecil dari rasa terima kasih saya kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja membangun jalan untuk masyarakat,” ungkap Panidi.
Sementara itu, Komandan SST-2 Satgas TMMD ke-129, Peltu M. Syarif, mengatakan bahwa perhatian dan kepedulian masyarakat menjadi suntikan semangat bagi seluruh personel Satgas TMMD.
Menurutnya, kebersamaan seperti inilah yang menjadi ruh utama pelaksanaan TMMD, yakni memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kerja nyata di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Dusun Mundu. Dukungan berupa makanan, minuman maupun semangat yang diberikan warga menjadi motivasi bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan jalan beton dengan hasil terbaik. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam membangun desa,” ujar Peltu M. Syarif.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan jalan beton di Dusun Mundu bukan hanya menghadirkan akses transportasi yang lebih baik, tetapi juga meninggalkan cerita tentang kebersamaan, kepedulian dan persaudaraan antara TNI dan masyarakat yang akan terus dikenang. (Er)






