Daerah

Gapoktan Kedungadem dan DPRD Bojonegoro Bongkar Masalah Serta Solusi Sektor Pertanian

aksesadim01
7792
×

Gapoktan Kedungadem dan DPRD Bojonegoro Bongkar Masalah Serta Solusi Sektor Pertanian

Sebarkan artikel ini
IMG 20260503 WA0014

BOJONEGORO – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Bojonegoro terus digencarkan, salah satunya melalui forum silaturahmi yang mempertemukan Paguyuban Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) se-Kecamatan Kedungadem di Balai Desa Sidomulyo, Sabtu (2/5/2026).

Mengangkat tema Peran Aktif Petani dalam Menjaga Ketahanan Pangan, kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi petani untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menyerap informasi langsung dari para pemangku kebijakan.

Sejumlah tokoh hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri, anggota Komisi C DPRD Moch. Choirul Anam, Kepala Desa Sidomulyo Agus Hari Sugiharto, serta unsur perangkat desa, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga perwakilan organisasi tani.

Kepala Desa Sidomulyo, Agus Hari Sugiharto, menyambut baik terselenggaranya forum ini.

Ia menilai, momentum turunnya hujan menjadi harapan baru bagi petani untuk meningkatkan produktivitas padi.

“Semoga kondisi cuaca yang mulai membaik ini berdampak pada hasil panen yang lebih optimal. Forum seperti ini penting untuk menampung keluhan sekaligus mencari solusi bersama,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Moch. Choirul Anam, menyoroti perkembangan distribusi pupuk yang sebelumnya sempat menjadi persoalan serius.

Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih baik setelah berbagai aspirasi petani disampaikan ke pemerintah pusat.

“Dulu pupuk sulit didapat dan harganya tinggi. Sekarang sudah lebih mudah diakses dan relatif terjangkau. Ini hasil dari perjuangan bersama,” jelasnya.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara petani, pemerintah, dan organisasi pendukung sektor pertanian agar berbagai persoalan dapat segera ditangani.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, menegaskan bahwa peran petani sangat penting dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Tanpa peran aktif mereka, swasembada pangan sulit tercapai,” tegasnya.

Lasuri juga mengungkapkan sejumlah program prioritas Pemkab Bojonegoro tahun 2026 di sektor pertanian.

Di antaranya bantuan benih padi unggul, pengadaan alat mesin pertanian seperti traktor multiguna, hingga penguatan kerja sama pemasaran hasil panen melalui Perumda Pangan Mandiri.

Tak hanya itu, program konversi energi pompanisasi dari BBM ke listrik juga menjadi fokus, guna menekan biaya produksi petani.

Untuk mendukung berbagai program tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp129 miliar.

Dana itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani, sumur bor, bantuan pupuk, hingga pelatihan melalui sekolah lapang.

Terkait ketersediaan pupuk bersubsidi, Lasuri menyebut serapan di Kecamatan Kedungadem hingga April 2026 masih dalam batas aman, yakni sekitar 40 persen untuk Urea dan 38 persen untuk NPK.

“Stok masih mencukupi. Biasanya di pertengahan tahun juga ada tambahan kuota dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara petani dan pemerintah, sekaligus mempercepat terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro. (er)