Infotaiment

Anak Muda Bojonegoro Diajak Jadi Kreator Konten, Ini Pesan Dinkominfo

aksesadim01
×

Anak Muda Bojonegoro Diajak Jadi Kreator Konten, Ini Pesan Dinkominfo

Sebarkan artikel ini
IMG 20261101 WA0017

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun ruang digital yang sehat, kreatif dan produktif.

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan perjuangan anak bangsa harus terus hidup, termasuk melalui aktivitas di media sosial.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, anak muda dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi agen perubahan.

Bukan hanya menggunakan media sosial untuk hiburan, generasi muda diharapkan mampu menghasilkan konten kreatif yang memberikan edukasi, inspirasi, serta manfaat nyata bagi masyarakat.

Platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube bisa menjadi sarana untuk menyebarkan gagasan positif sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas.

Dinkominfo Bojonegoro mendorong anak muda agar lebih aktif mengambil peran sebagai kreator konten yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab.

Beragam kekayaan lokal Bojonegoro bisa diangkat melalui karya digital, mulai dari kesenian tradisional, kebudayaan, destinasi wisata, kuliner khas, produk UMKM, hingga berbagai inovasi dan kegiatan masyarakat di desa.

Dengan kreativitas tersebut, media sosial tidak hanya menjadi tempat berbagi aktivitas sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi ruang promosi potensi daerah dan penggerak ekonomi masyarakat.

Ajakan tersebut sejalan dengan upaya Dinkominfo Bojonegoro dalam memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja yang diselenggarakan bersama sejumlah mitra.

Program ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk memahami cara menggunakan teknologi secara bijak sekaligus mengembangkan kemampuan berkarya di dunia digital.

Penguatan literasi digital tersebut mencakup empat aspek penting, yakni kecakapan digital, etika digital, keamanan digital dan budaya digital.

Keempat aspek tersebut menjadi bekal agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan, mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, serta memahami tanggung jawab ketika beraktivitas di internet.

Dinkominfo Bojonegoro juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis.

Generasi muda harus mampu memilah informasi, memahami dampak dari setiap unggahan, serta tidak sekadar mengikuti tren tanpa mempertimbangkan manfaat dan risikonya.

Selain mengajak anak muda lebih kreatif, Dinkominfo Bojonegoro turut mengingatkan pentingnya menjaga etika dan keamanan ketika menggunakan media sosial.

Salah satu kebiasaan yang perlu diterapkan adalah memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

Langkah sederhana ini penting untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat merugikan masyarakat.

Generasi muda juga dihimbau menghindari ujaran kebencian, perundungan siber atau cyberbullying, serta menghargai perbedaan pendapat di ruang digital.

Perlindungan data pribadi juga tidak boleh diabaikan, sebab, setiap aktivitas di internet dapat meninggalkan jejak digital yang berpotensi memengaruhi reputasi dan kehidupan seseorang pada masa mendatang.

Karena itu, kecerdasan bermedia sosial bukan hanya diukur dari kemampuan membuat konten menarik, tetapi juga dari sikap bijak dalam berkomunikasi dan bertanggung jawab atas informasi yang disebarkan.

Nilai persatuan yang menjadi inti Sumpah Pemuda juga dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermedia sosial.

Perbedaan suku, budaya, bahasa, maupun pandangan merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga.

Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk saling mengenal, menghormati, dan mempererat persaudaraan, bukan justru menjadi tempat munculnya permusuhan dan perpecahan.

Generasi muda Bojonegoro pun didorong memulai langkah sederhana dengan menghasilkan konten yang memiliki nilai edukasi dan manfaat sosial.

Misalnya, membuat video tentang budaya dan tradisi lokal, membagikan informasi kegiatan masyarakat, mengenalkan produk UMKM, hingga menyampaikan pesan positif mengenai lingkungan dan kehidupan sosial.

Konten sederhana yang dikemas secara kreatif berpotensi menjangkau audiens lebih luas dan memperkenalkan Bojonegoro kepada masyarakat di berbagai daerah.

Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi muda harus terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

Jika dahulu para pemuda menyatukan tekad melalui ikrar Sumpah Pemuda, kini semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kreativitas, kecakapan digital, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Dari Bojonegoro, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor konten positif, menyebarkan informasi bermanfaat, serta menjadikan media sosial sebagai kekuatan untuk memperkenalkan potensi daerah dan memperkokoh persatuan bangsa. (er)