Uncategorized

Geosite Banyu Kuning Naik Kelas, Bojonegoro Punya Wisata Edukasi dan Petualangan

aksesadim01
×

Geosite Banyu Kuning Naik Kelas, Bojonegoro Punya Wisata Edukasi dan Petualangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20261026 WA0001

BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro terus berupaya mengangkat potensi wisata alam yang dimiliki, khususnya kawasan geopark yang menyimpan kekayaan lanskap, edukasi, dan budaya lokal.

Salah satu langkah nyata dilakukan melalui peresmian wisata TEKAD (Trip Edukasi Kemah Adventure Dolanan) Banyu Kuning di Geosite Banyu Kuning, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Sabtu (24/10/2026).

Kehadiran TEKAD Banyu Kuning diharapkan menjadi daya tarik wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda.

Tak hanya menyuguhkan panorama alam pegunungan, destinasi ini juga menggabungkan kegiatan edukasi, petualangan, perkemahan, hingga permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi muda.

Peresmian tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mendorong pengembangan wisata berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam BMM atau Bahagia Makmur Membanggakan.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran asisten daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), PKK Kecamatan Gondang, para kepala desa, tamu undangan, serta siswa-siswi dari sekolah setempat.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pembukaan destinasi wisata.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat sekaligus menunjukkan dukungan terhadap upaya memperkenalkan potensi wisata Kecamatan Gondang kepada khalayak yang lebih luas.

Camat Gondang, Sigit Jatmiko, mengatakan bahwa TEKAD Banyu Kuning dirancang untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan kekayaan alam, edukasi dan budaya lokal yang dimiliki wilayahnya.

Menurutnya, konsep wisata ini menawarkan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung.

Alam menjadi daya tarik utama, sementara aktivitas edukatif dan permainan tradisional memberikan nilai tambah bagi wisatawan, khususnya anak-anak dan generasi muda.

Melalui konsep Trip Edukasi Kemah Adventure Dolanan, pengunjung diharapkan dapat menikmati suasana alam sekaligus belajar, berpetualang, membangun kebersamaan dan mengenal kembali permainan tradisional.

“Melalui TEKAD, kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam semata, tetapi juga menjadi ruang belajar, petualangan, kebersamaan dan pengenalan kembali permainan tradisional bagi generasi muda,” ujarnya.

Pengembangan TEKAD Banyu Kuning juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Keberadaan destinasi wisata diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus menggerakkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.

Apabila dikelola secara konsisten, meningkatnya kunjungan wisatawan berpotensi membuka ruang usaha bagi warga, mulai dari penyediaan makanan dan minuman, penjualan produk lokal, hingga berbagai layanan pendukung kegiatan wisata.

Karena itu, pengembangan destinasi tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik alam.

Pengelolaan yang baik, kenyamanan pengunjung, inovasi kegiatan dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar wisata dapat berkembang dalam jangka panjang.

Harapannya, Geosite Banyu Kuning tidak hanya dikenal sebagai lokasi dengan pemandangan alam yang menarik, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu destinasi unggulan yang mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian Kecamatan Gondang.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Camat Gondang dalam mengembangkan potensi wisata daerah.

Dia menyoroti keunggulan Geosite Banyu Kuning yang berada di kawasan pegunungan Bojonegoro.

Menurutnya, panorama alam yang dimiliki kawasan tersebut merupakan modal besar untuk menarik wisatawan apabila dikemas dan dipromosikan secara tepat.

Namun, Nurul mengingatkan bahwa potensi alam yang bagus harus diimbangi dengan kreativitas dan inovasi berkelanjutan.

Pengembangan wisata tidak boleh berhenti setelah acara peresmian selesai.

Ia mendorong pengelola untuk terus menghadirkan kegiatan baru yang menarik, menjaga kualitas destinasi, serta memperkuat promosi melalui berbagai saluran, terutama media sosial.

“Pak Camat, kalau membuat inovasi seperti ini jangan tanggung-tanggung. Kalau tanggung, orang biasanya mudah bosan dan tidak akan kembali lagi. Tantangannya adalah harus ada perubahan berkelanjutan yang menarik, serta promosi yang gencar terutama di media sosial. Alamnya sudah sangat bagus, kalau di Bali view seperti ini pasti dijual mahal,” kata Nurul.

Pernyataan tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan agar TEKAD Banyu Kuning dikembangkan secara serius.

Destinasi wisata harus memiliki daya tarik yang terus berkembang sehingga wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi juga tertarik untuk berkunjung kembali.

Selain promosi, kesinambungan program, kreativitas pengelolaan, serta kemampuan membaca kebutuhan wisatawan menjadi aspek penting dalam membangun destinasi yang kompetitif.

Nurul juga menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tersebut akan terlihat dari kemampuan pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan wisata setelah peluncuran perdana.

“Jika Camat dapat terus mengembangkannya, ini baru camat yang top markotop,” ujarnya.

Setelah menyampaikan sambutan, Nurul Azizah secara resmi membuka wisata TEKAD Banyu Kuning dengan mengucapkan, “Bismillahirrahmanirrahim, TEKAD, Trip Edukasi Kemah Adventure Dolanan saya nyatakan dibuka dan dimulai.”

Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bendera Merah Putih secara simbolis kepada pimpinan rombongan pendaki.

Sebanyak 81 peserta yang terdiri atas pendaki umum, siswa-siswi dan anggota Pramuka kemudian dilepas untuk mengikuti kegiatan pendakian ke Gunung Pandan.

Aktivitas tersebut menjadi salah satu bagian dari konsep petualangan alam yang diusung TEKAD Banyu Kuning.

Selain memberikan pengalaman menjelajahi kawasan pegunungan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan dan kecintaan terhadap alam.

Rangkaian acara juga diisi dengan penanaman pohon bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan perlombaan egrang tradisional yang menambah kemeriahan suasana.

Permainan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kembali kekayaan permainan rakyat kepada generasi muda.

Peresmian TEKAD Banyu Kuning menambah upaya pengembangan wisata berbasis alam, edukasi dan budaya di Kabupaten Bojonegoro.

Dengan menggabungkan panorama pegunungan, kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, serta permainan tradisional, destinasi ini memiliki peluang untuk menawarkan pengalaman wisata yang berbeda bagi masyarakat.

Meski demikian, potensi tersebut perlu diikuti pengelolaan yang berkelanjutan, promosi yang konsisten, serta keterlibatan aktif masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Keberhasilan TEKAD Banyu Kuning pada akhirnya tidak hanya diukur dari kemeriahan peresmian, tetapi juga dari kemampuannya menarik kunjungan wisatawan secara berkelanjutan, menggerakkan UMKM, menciptakan peluang usaha, dan menjaga kelestarian alam. (er)