Uncategorized

Cuaca Bojonegoro Hari Ini Berawan, Suhu Siang Tembus 33 Derajat

aksesadim01
×

Cuaca Bojonegoro Hari Ini Berawan, Suhu Siang Tembus 33 Derajat

Sebarkan artikel ini
IMG 20261026 WA0000

BOJONEGORO – Masyarakat Kabupaten Bojonegoro perlu memperhatikan kondisi cuaca saat memulai aktivitas pada Senin, 26 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bojonegoro, cuaca diprakirakan didominasi kondisi berawan mulai pagi hingga dini hari.

Suhu udara diperkirakan mencapai 33 derajat Celsius pada siang hari.

Sementara itu, suhu pada malam hingga dini hari berkisar antara 25–26 derajat Celsius.

Informasi tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama saat cuaca terasa panas pada siang hari maupun ketika melakukan perjalanan pada malam hari.

Memasuki Senin pagi mulai pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca di Bojonegoro diprakirakan berawan dengan suhu udara sekitar 27 derajat Celsius.

Kelembapan udara tercatat sebesar 76 persen, dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan 6,8 kilometer per jam.

Berdasarkan pantauan cuaca secara visual, wilayah Bojonegoro kota, selatan, timur dan barat terpantau cerah berawan.

Kondisi tersebut memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas pagi seperti bekerja, bersekolah, maupun melakukan perjalanan dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca.

Pada siang hari, suhu udara di Kabupaten Bojonegoro diprakirakan meningkat hingga 33 derajat Celsius, meskipun kondisi cuaca masih didominasi awan.

Kelembapan udara diperkirakan turun menjadi 53 persen.

Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan sekitar 5,8 kilometer per jam.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

Meski cuaca diprakirakan berawan, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Memasuki malam hari, suhu udara diperkirakan turun menjadi 26 derajat Celsius.

Kelembapan udara meningkat hingga 90 persen, sedangkan angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 2,8 kilometer per jam.

Sementara itu, pada Senin dini hari, suhu diprakirakan mencapai 25 derajat Celsius dengan kelembapan udara sebesar 94 persen.

Kecepatan angin pada periode tersebut diperkirakan melambat menjadi 1,3 kilometer per jam.

Kondisi berawan diprakirakan masih bertahan hingga dini hari. Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi cuaca terbaru untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer.

Selain menyampaikan perkembangan cuaca, Pusdalops BPBD Kabupaten Bojonegoro juga melaporkan adanya kejadian kebakaran lahan di Dusun Karang, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

Lokasi kejadian dilaporkan berada di RT 10/RW 02 dan RT 14/RW 03.

Informasi yang tercantum dalam laporan harian tersebut belum memuat keterangan lebih lanjut mengenai luas lahan yang terbakar, penyebab kejadian, maupun besarnya kerugian.

Masyarakat dihimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memicu api meluas.

Apabila menemukan kejadian kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur.

Di sisi lain, pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo menunjukkan angka 6,00 meter dengan status normal dan tren stabil.

Data tersebut bersumber dari Perusahaan Umum Jasa Tirta I Divisi Jasa ASA III Bengawan Solo, sebagaimana dicantumkan dalam laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Bojonegoro.

Status normal dengan tren stabil menunjukkan bahwa berdasarkan pemantauan yang dilaporkan, kondisi tinggi muka air sungai tidak mengalami perubahan tren.

Meski demikian, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai tetap perlu mengikuti perkembangan informasi tinggi muka air, khususnya apabila terjadi perubahan cuaca atau peningkatan debit air.

BPBD Kabupaten Bojonegoro melalui laporan hariannya menyampaikan informasi mengenai prakiraan cuaca, kejadian kebakaran lahan, serta kondisi tinggi muka air Sungai Bengawan Solo sebagai bagian dari pemantauan kebencanaan di wilayah setempat.

Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi kejadian yang dapat berkembang seiring perubahan kondisi lingkungan. (er)