Daerah

Tak Punya Sawah, Sali Warga Bojonegoro Ini Andalkan Domba Bantuan

aksesadim01
×

Tak Punya Sawah, Sali Warga Bojonegoro Ini Andalkan Domba Bantuan

Sebarkan artikel ini
IMG 20261006 WA0034

BOJONEGORO – Program Domba Kesejahteraan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.

Bantuan ternak yang disalurkan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) tidak hanya dipelihara, tetapi berkembang menjadi aset produktif bagi keluarga penerima.

Salah satunya dirasakan Sali, warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam.

Ia menerima sepasang domba melalui program Domba Kesejahteraan pada 2025.

Dari dua ekor domba tersebut, Sali kini memiliki empat ekor dan masih berharap jumlah ternaknya terus bertambah.

Sali menuturkan, sekitar tujuh bulan setelah menerima bantuan, domba miliknya mulai berkembang biak.

Dua anak domba lahir, masing-masing berjenis kelamin jantan dan betina.

Beberapa waktu kemudian, indukan kembali melahirkan dua ekor anak.

Namun, salah satunya tidak bertahan hidup. Sementara itu, salah satu domba yang diperoleh pada awal program telah dijual untuk menunjang pengembangan usaha ternaknya.

“Satu saya jual. Sekarang totalnya menjadi empat ekor,” ujar Sali.

Menariknya, uang hasil penjualan domba tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Sali memilih mengalokasikannya untuk memperbaiki kandang agar kondisi tempat pemeliharaan lebih layak dan nyaman bagi ternaknya.

Bagi Sali, bantuan tersebut sangat berarti, dia mengaku tidak memiliki garapan sawah yang dapat menjadi sumber penghasilan.

Karena itu, domba yang dipeliharanya kini menjadi salah satu aset keluarga yang bisa diandalkan ketika muncul kebutuhan mendesak.

“Saya tidak punya garapan sawah. Jadi bantuan ini sangat berarti bagi saya. Kalau ada kebutuhan mendesak, bisa digunakan,” ungkapnya.

Kesungguhan Sali dalam memelihara domba juga terlihat dari perhatian yang diberikan setiap hari.

Ia tidak hanya memastikan kebutuhan pakan dan kandang terpenuhi, tetapi juga menjaga kebersihan ternaknya.

Domba-domba tersebut rutin dimandikan, Sali bahkan membeli sisir dan sabun khusus untuk merawat bulunya.

Saat pertama kali menerima bantuan, ia mengaku begitu memperhatikan kondisi domba hingga memandikan dan menyisir bulunya selama beberapa hari berturut-turut.

“Saya rawat kambing ini seperti keluarga saya sendiri. Sering saya mandikan, saya belikan sisir dan sabun untuk memandikan. Waktu pertama dapat, bahkan saya menyisir bulunya dan memandikan sampai empat hari berturut-turut,” tuturnya.

Ke depan, Sali ingin terus mengembangkan ternaknya, salah satu target terdekatnya adalah kembali membenahi kandang sehingga lebih mampu menampung domba yang jumlahnya terus bertambah.

Harapan itu semakin terbuka karena saat ini dua domba betina miliknya tengah bunting.

“Cita-cita saya ingin memperbaiki lagi kandang kambing saya. Semoga ke depan bisa berkembang lebih banyak lagi. Saat ini dua domba betina juga sedang bunting, semoga kemudian tambah empat ekor lagi,” harapnya.

Kisah Sali menunjukkan bagaimana bantuan ternak dapat berkembang menjadi aset produktif apabila dikelola secara tekun.

Dari sepasang domba, kini telah tumbuh menjadi beberapa ekor dan sekaligus memberikan cadangan ekonomi bagi keluarga penerima.

Program Domba Kesejahteraan Pemkab Bojonegoro pun tidak hanya menghadirkan bantuan dalam bentuk ternak, tetapi membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aset secara mandiri dan berkelanjutan. (er)