Infotaiment

Kanker Serviks Bisa Dicegah, DWP Bojonegoro Gencarkan Vaksin dan Skrining

aksesadim01
×

Kanker Serviks Bisa Dicegah, DWP Bojonegoro Gencarkan Vaksin dan Skrining

Sebarkan artikel ini
IMG 20261002 WA0007

BOJONEGORO – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pencegahan kanker serviks terus didorong Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro.

Pesan tersebut mengemuka dalam pertemuan rutin DWP Kabupaten Bojonegoro yang berlangsung di Ruang Pertemuan DWP, Kamis (1/10/2026).

Salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dan deteksi dini kanker serviks.

Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emy Edi Susanto, mengatakan vaksinasi HPV menjadi bagian dari Program DWP Sehat, yang merupakan salah satu dari tujuh program prioritas DWP.

Melalui program tersebut, fasilitas vaksinasi HPV dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh anggota DWP, tetapi juga kerabat maupun saudara mereka.

“Berkat kebijakan Ibu Ketua Umum, untuk anggota DWP, baik itu kerabatnya maupun saudaranya, boleh menggunakan fasilitas DWP. Harganya Rp290 ribu per dosis dan tidak boleh lebih,” ujar Emy.

DWP Kabupaten Bojonegoro juga berencana menggelar vaksinasi HPV pada bulan depan.

Mengenai jadwal, lokasi, dan pelaksanaannya akan diinformasikan lebih lanjut.

Emy menjelaskan, vaksinasi HPV menjadi salah satu langkah pencegahan infeksi HPV yang dapat menyebabkan sejumlah penyakit, termasuk kanker serviks.

Kelompok perempuan yang masih remaja, belum menikah dan belum melakukan aktivitas seksual menjadi salah satu sasaran yang perlu mendapatkan perhatian.

Pada kelompok tersebut, vaksinasi dapat diberikan sebelum seseorang berpotensi terpapar virus HPV.

Namun, perhatian terhadap HPV tidak hanya ditujukan kepada perempuan.

Emy menegaskan bahwa HPV juga dapat menginfeksi laki-laki, sehingga vaksinasi dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan bagi laki-laki maupun perempuan.

Sementara bagi perempuan yang sudah melakukan aktivitas seksual, ia mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan atau skrining terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatan.

“Lebih baik kita tahu seberapa banyak penyakit yang ada di dalam tubuh kita masing-masing. Kalau sudah diketahui, pengobatannya bisa kita ikuti sesuai anjuran sehingga usaha untuk sembuh bisa dilakukan sejak awal,” jelasnya.

Menurut Emy, tingkat pendidikan seseorang bukan jaminan bahwa pemeriksaan kesehatan telah dilakukan secara rutin dan tepat.

Karena itu, ia mendorong masyarakat agar tidak ragu melakukan deteksi dini, terutama terkait kesehatan organ reproduksi.

“Di masyarakat kami menemukan sendiri, ternyata orang dengan pendidikan yang tinggi pun belum tentu melakukan pemeriksaan kesehatan dengan benar. Jadi jangan takut untuk melakukan deteksi dini. Ini untuk mengecek kesehatan diri kita, terutama kesehatan organ reproduksi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Indah Ratna Lutfi turut memberikan edukasi mengenai kanker serviks dan vaksinasi HPV.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV.

Pencegahan dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV yang disertai dengan skrining sesuai anjuran.

Untuk kelompok usia 9–13 tahun, vaksin HPV diberikan sebanyak dua dosis, yakni pada bulan ke-0 dan bulan ke-6.

Sementara untuk usia di atas 13 tahun, pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga dosis pada bulan ke-0, ke-2, dan ke-6.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anggota DWP dan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta deteksi dini kanker serviks.

Tak hanya membahas kesehatan, pertemuan rutin DWP Kabupaten Bojonegoro juga diisi dengan kegiatan bedah buku serta materi mengenai kiat menjadi seorang pengusaha.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, pertemuan DWP tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperluas wawasan anggota dalam bidang kesehatan, literasi, serta pengembangan keterampilan dan kewirausahaan. (er)