MALANG – Tiga hari penuh persaingan sengit di arena karate akhirnya tuntas. Open Tournament Karate Piala Panglima TNI 2026 resmi berakhir di GOR Ken Arok, Kota Malang, Rabu (30/9/2026).
Kejuaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut mempertemukan ribuan karateka dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 3.050 peserta ambil bagian dalam turnamen yang mempertandingkan 3.175 kelas dan melibatkan 152 kontingen.
Sejak pertandingan dimulai pada 28 September 2026, para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kecepatan, teknik, konsentrasi, keberanian hingga sportivitas menjadi bagian penting dalam setiap pertandingan.
Persaingan ketat akhirnya melahirkan tiga kontingen dengan raihan medali tertinggi.
Petarung Korem 082/CPYJ keluar sebagai Juara Umum I setelah mengoleksi 20 medali emas, 16 perak, dan 15 perunggu.
Posisi Juara Umum II ditempati Kodiklatal dengan raihan 13 emas, 18 perak, dan 19 perunggu.
Sementara Kodam III/Siliwangi berada di posisi Juara Umum III dengan torehan 9 emas, 2 perak, dan 8 perunggu.
Sementara itu, pada kategori TNI/Polri, posisi pertama diraih Karate Bhayangkara Presisi dengan koleksi 9 emas, 7 perak dan 10 perunggu.
Juara kedua diraih Kodam III/Siliwangi dengan perolehan 4 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Sedangkan Korps Brimob menempati posisi ketiga setelah mengumpulkan 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen.
Apresiasi diberikan kepada para atlet, pelatih, official, wasit, panitia, hingga seluruh pihak yang turut mendukung kelancaran Piala Panglima TNI 2026.
“Capaian di arena pertandingan hendaknya menjadi modal bagi para atlet untuk terus berkembang dan mengejar prestasi pada level yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Bagi atlet yang belum berhasil naik podium, hasil pertandingan juga diharapkan tidak menjadi alasan untuk berhenti berlatih.
“Jadikan kejuaraan ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan,” ucapnya.
Pertandingan, lanjutnya, memberikan kesempatan kepada atlet untuk melihat kelebihan yang harus dipertahankan sekaligus mengevaluasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki.
Tak hanya soal perebutan medali, Piala Panglima TNI 2026 juga menjadi ruang bertemunya karateka dari berbagai daerah.
Mereka dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat persahabatan melalui olahraga.
“Jaga silaturahmi dan terus berbagi pengalaman. Apa yang didapat selama mengikuti kejuaraan ini hendaknya menjadi bekal untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” pesannya.
Berakhirnya pertandingan di GOR Ken Arok menjadi penutup rangkaian Piala Panglima TNI 2026.
Para karateka pun kembali ke daerah masing-masing dengan membawa hasil berbeda, mulai dari medali hingga pengalaman berharga dari arena pertandingan.
Acara penutupan turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur pimpinan di Jawa Timur, di antaranya Kapolda Jatim, Danpoltekad, Danlanud Abd Saleh, Kasdivif 2 Kostrad, Irdivif 2 Kostrad, Danrem 082/CPYJ, Kapolresta Malang, Kasrem 083/BDJ, Dandim 0833 Malang, serta Sekwan Wasit PB Forki. (Fur)






