BOJONEGORO – Kepedulian terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau ditunjukkan keluarga besar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro.
Melalui penggalangan dana secara sukarela, para karyawan dan karyawati Dinsos bergotong royong mengumpulkan donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah desa terdampak kekeringan.
Aksi sosial tersebut menjadi tambahan pasokan air bersih bagi warga yang tengah menghadapi krisis air.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus melakukan distribusi air bersih ke berbagai wilayah yang membutuhkan.
Kepala Dinsos Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, mengatakan bahwa bantuan tersebut berawal dari inisiatif internal pegawai yang tergerak melihat kondisi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
Menurut Agus, dana bantuan dikumpulkan secara sukarela oleh para pegawai untuk kemudian disalurkan langsung ke desa-desa yang mengalami kesulitan air.
“Kegiatan ini murni dari inisiatif teman-teman karyawan dan karyawati Dinsos Bojonegoro. Kami bergotong royong mengumpulkan donasi untuk disalurkan langsung ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan air sehari-hari bagi warga yang membutuhkan,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan menyasar sejumlah desa yang membutuhkan tambahan pasokan air bersih.
Pada Sabtu (26/9/2026), bantuan disalurkan ke Dusun Tegaron, Dukuh Kalitengah, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, sebanyak dua tangki dengan total sekitar 10.000 liter air bersih.
Kemudian, pada Minggu (27/9/2026), distribusi air bersih menyasar dua wilayah. Sebanyak dua tangki atau 10.000 liter air disalurkan untuk warga RT 1 dan RT 2 Desa Sumur Agung.
Sementara itu, Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, menerima bantuan satu tangki dengan kapasitas sekitar 5.000 liter air bersih.
Aksi sosial Dinsos Bojonegoro dijadwalkan berlanjut pada Selasa (29/9/2026). Kali ini, bantuan direncanakan menjangkau empat desa, yakni Desa Balongcabe, Desa Ngrandu, Desa Kendung dan Desa Kesongo.
Masing-masing desa direncanakan menerima satu tangki air bersih dengan kapasitas sekitar 8.000 liter.
Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya gotong royong untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pasokan di setiap wilayah.
Agus berharap gerakan sosial yang dimulai dari lingkungan internal Dinsos Bojonegoro tersebut dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membantu masyarakat terdampak kekeringan.
Dia menegaskan, kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar warga yang mengalami krisis air bersih bisa mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap apa yang dilakukan teman-teman Dinsos ini bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga juga menjadi pemantik bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan,” pungkasnya.
Melalui gerakan donasi air bersih ini, keluarga besar Dinsos Bojonegoro berharap semangat berbagi dan gotong royong terus tumbuh, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu menghadapi dampak musim kemarau. (er)






